Siswa SDN 1 Burikan Klaten harus membawa air dari rumah untuk mengisi toilet dan mencuci tangan akibat krisis air saat musim kemarau.
KLATEN, KalderaNews.com- Siswa SDN 1 Burikan, Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, harus membawa air dari rumah ke sekolah setiap hari.
Air tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan toilet dan mencuci tangan karena sekolah mengalami kekurangan air saat musim kemarau.
Pemandangan sejumlah galon bekas dan ember terlihat di teras sekolah pada Sabtu (15/8/2026). Wadah-wadah tersebut digunakan siswa secara bergantian untuk membawa air dari rumah.
BACA JUGA:
- Serem Kemarau Ekstrem! El Nino 2026 Bakal Capai Level Sangat Kuat
- El Nino Tahun Ini Tidak Main-Main, Ancam Pertanian, Risiko Karhutla dan Polusi Udara
- Apa itu El Nino yang Bikin Kemarau Makin Panas dan Panjang?
Bawa Air Dari Rumah untuk Isi Toilet
Air yang dibawa kemudian dimanfaatkan untuk mengisi bak toilet dan mencuci tangan. Kondisi ini terjadi setelah pasokan air dari program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di sekolah mengalami gangguan akibat debit air yang menurun.
SDN 1 Burikan merupakan salah satu sekolah yang berada di wilayah paling tenggara Kabupaten Klaten. Sekolah tersebut berada di kawasan perbukitan kapur dan berbatasan dengan wilayah Tancep, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kepala SDN 1 Burikan, Wardiyana, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar satu pekan. Selain membawa perlengkapan sekolah, sebagian siswa kini juga membawa air dari rumah untuk digunakan di sekolah.
“Ada yang satu ember, satu galon. Air itu digunakan anak-anak untuk ke kamar mandi agar tidak bau atau untuk cuci tangan,” kata Wardiyana.
Menurut Wardiyana, gangguan pasokan air Pamsimas baru terjadi tahun ini. Debit air yang semakin berkurang membuat kebutuhan air di sekolah tidak lagi tercukupi seperti sebelumnya.
Kebutuhan air di sekolah cukup banyak karena terdapat 85 siswa. Namun, tidak semua siswa diwajibkan membawa air dari rumah. Sekolah hanya meminta siswa yang tinggal di sekitar sekolah untuk membawanya.
Kepala Desa Berupaya Cari Solusi
Sementara itu, Kepala Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Suroto, mengatakan desa sebenarnya telah memiliki program Pamsimas untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Pemerintah desa juga telah mengetahui kondisi kekurangan air yang dialami sekolah.
“Kita konfirmasi ke sekolah sudah satu Minggu kekurangan air. Mau kita kirim air tapi tidak ada bak penampungan, kalau ke bak Pamsimas terlalu tinggi, satu satunya ya kita carikan bak penampungan sementara,” terang Suroto.
Pemerintah desa kini berupaya mencari solusi sementara agar kebutuhan air di SDN 1 Burikan dapat terpenuhi selama kondisi kemarau dan berkurangnya debit air masih berlangsung.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply