Viral! Garuda Indonesia Geser Kursi Penumpang Ugal-ugalan, Demi Oknum Pejabat?

Bandara Internasional Soekarno Hatta di Cengkareng
Maskapai domestik di Terminal 3 Bandara International Soekarno-Hatta di Cengkareng, Jakarta pada Minggu, 16 Januri 2022 (KalderaNews/JS de Britto)
Sharing for Empowerment

Penumpang Garuda Indonesia protes usai kursi berbayar digeser sepihak. Simak kronologi lengkap dan hak penumpang di sini!

JAKARTA, KalderaNews.com – Dunia penerbangan nasional kembali diterpa isu tak sedap usai sebuah unggahan viral di platform Threads memicu gelombang kritik dari netizen.

Kali ini, maskapai penerbangan plat merah Garuda Indonesia menjadi sorotan setelah seorang penumpang mengaku kursinya digeser secara sepihak tanpa alasan yang jelas.

Kejadian ini dialami oleh akun Threads @lone92runner dalam penerbangan rute Jakarta ke Jayapura pada tanggal 29 September 2026 pukul 00.30 WIB.

BACA JUGA:

@lone92runner “Halo @garuda.indonesia kok bisa saya yang pesen seat berbayar no 21K deket jendela dan sudah pegang boarding pas dicoret pulpen digeser ke seat 21J yg artinya di tengah2 dengan alasan oleh petugas cek boarding yang coret seat saya ada perubahan tipe pesawat ? Dan faktanya tidak ada perubahan tipe pesawat tapi seat saya sudah ditempati ??? Dzolim kalian @garuda.indonesia penerbangan 29 September 2026 Jakarta ke Jayapura jam 00.30 pagi”

Kronologi Kejadian: Nomor Kursi Dicoret Pulpen

Melalui unggahannya, pemilik akun menceritakan pengalaman tak menyenangkan saat hendak melakukan proses boarding. Ia mengaku telah membeli dan memilih kursi berbayar nomor 21K (posisi dekat jendela). Bahkan, ia sudah memegang kartu tanda masuk (boarding pass) resmi dengan nomor kursi tersebut.

Namun, saat proses pemeriksaan boarding, petugas di lapangan secara sepihak mencoret nomor kursi 21K pada boarding pass miliknya menggunakan pulpen dan mengubahnya menjadi 21J posisi di tengah (middle seat).

“Halo @garuda.indonesia kok bisa saya yang pesen seat berbayar no 21K deket jendela dan sudah pegang boarding pas dicoret pulpen digeser ke seat 21J yg artinya di tengah2…” tulis akun @lone92runner.

Petugas beralasan bahwa terdapat perubahan tipe pesawat. Namun, saat dikonfirmasi di lapangan, tidak ada perubahan tipe armada yang digunakan. Anehnya lagi, kursi 21K yang seharusnya milik penumpang tersebut justru sudah diduduki oleh orang lain.

Reaksi Netizen: Menyoroti Dugaan “Penumpang VIP”

Sontak saja unggahan ini memicu reaksi keras dari warganet di Threads. Banyak yang menyayangkan pelayanan Garuda Indonesia dan menduga adanya praktik “anak emas” atau pengutamaan pejabat tertentu di atas penumpang reguler yang telah membayar penuh.

Penilaian Netizen: Sebagian komentar menduga ada oknum pejabat atau pihak berkeuangan tertentu yang menggeser posisi penumpang biasa.

Kritik Pelayanan: Banyak pengguna menyarankan agar korban meminta upgrade kelas sebagai bentuk kompensasi atas tindakan sepihak tersebut.

  • Akun @anto18927 meluapkan kekesalannya dengan menulis ringkas, “Dholim banget euyh.”
  • Pemilik akun @kristienus turut membagikan kekecewaannya terhadap layanan penerbangan tersebut, “Kalo bisa skg jauh2 deh dr garuda, 👎 coba pesan tiketnya dr web mereka, mancing emosi.”
  • Akun @rafidsurbakti menumpahkan kecurigannya terkait adanya keistimewaan pihak tertentu, “Garuda ya? Sudah biasa seperti itu. ‘Orang penting’ lebih diutamakan, padahal sama-sama bayar, dan belum tentu juga si ‘orang penting’ bayar pake uang pribadi. Tapi ya gitu deh.”
  • Sindiran senada juga disampaikan oleh @gata.hana, “Perusahaan plat merah suka2 mareka, makanya Garuda rugi terus Krn kebanyakan titipan,” yang disusul spekulasi dari akun @sapidelman.84, “Mungkin ada pejabat level curut yang tiba tiba naik.”
  • Pengalaman serupa ternyata juga pernah dialami oleh akun @adeladwx, “ahhh gw juga pernah kayak gini wkkwkwkwkw.”
  • Sementara itu, akun @iddha_hutagalung menyarankan langkah tegas, “Minta upgrade kak kl bangkunya dipindahin 😄😄😄.”

Reaksi Garuda Indonesia yang Justru Panas Dicemooh

Mengetahui keluh kesah yang kian tular, akun resmi @garuda.indonesia memberikan tanggapan singkat di kolom komentar:

“Selamat sore, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Bapak alami. Berkenan Bapak menyampaikan kode pemesanan melalui DM untuk kami tindak lanjuti. Terima kasih.” — @garuda.indonesia

Namun, tanggapan formalitas ini justru memicu cemoohan baru dari warganet yang menilai permohonan maaf tersebut tidak solutif dan terkesan sekadar template:

  • Akun @black.shiba menyindir keras kebiasaan mengubah kursi tanpa persetujuan, “@garuda.indonesia you always switch seats without prior consent. This case, was a pre-paid one. And you changed without consent? Shame.”
  • Kekecewaan atas minimnya pencermatan laporan disampaikan akun @riduan_adhael, “@garuda.indonesia Bang, itu kan uda ada tanggal flight, nomor kursi. how can you still request kode boking? ga dibaca kah komplain customernya?”
  • Warganet dengan akun @andriwijaya____ menuntut transparansi publik, “Jelasin di komen gak usah dm dm, jadi dapet kompensasi apa dan penjelasannya gimana bisa terjadi hal hal aneh begini. 🫵🏻”
  • Tuntutan kompensasi nyata disuarakan oleh @psw_140, “setelah di tindak lanjuti dan ternyata benar lantas bagaimana selanjut nya..? cukup minta maaf apa di kasih kompensasi terbang free selama satu pp. dgn tujuan kota yg sama??”
  • Kejadian ini bahkan menanamkan rasa khawatir bagi para ibu yang membawa balita, seperti yang diungkapkan akun @juragankost_, “Aku jangan di gituin ya. Soalnya sama anak 2 tahun. Dia sukanya di dekat jendela biar gak nangis. Selalu aku beli kursi prioritas dan check in duluan supaya dia nyaman. Jd jangan effort emak2 ini di salah gunakan ya. Soalnya Garuda paling nyaman sejauh ini 🙏🏾”
  • Rasa pesimisme terhadap pemulihan citra maskapai pun diutarakan oleh @feenshe, “Naikin rating susah….. GIA semakin terpuruk ratingnya, pelanggan jg kabur. Segimananya gw berusaha nasionalis tp kl servicenya begini sih mending maskapai lain.”

Hak Penumpang dan Tanggung Jawab Maskapai

Merujuk pada regulasi perlindungan konsumen dan penerbangan di Indonesia, penumpang yang telah membayar kompensasi tambahan untuk layanan tertentu (seperti pemilihan nomor kursi/seat selection) berhak mendapatkan layanan sesuai transaksi.

Apabila terjadi ketidaksesuaian atau perubahan operasional dari pihak maskapai, konsumen berhak atas:

  1. Penjelasan Transparan: Maskapai wajib memberikan alasan tertulis dan valid jika terjadi perubahan penataan tempat duduk.
  2. Pengembalian Dana (Refund): Pengembalian biaya tambahan pemilihan kursi jika layanan tidak dapat direalisasikan.
  3. Kompensasi/Upgrade: Dalam praktiknya, jika terjadi kesalahan dari pihak maskapai yang merugikan kenyamanan, penumpang berhak mengajukan kompensasi atau upgrade kelas sesuai kebijakan service recovery.

Hingga artikel ini diterbitkan, publik masih menunggu respons dan klarifikasi resmi dari pihak manajemen Garuda Indonesia terkait insiden ganti kursi secara manual tersebut.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


78 views