
Penutupan Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang akibat abu vulkanik Anak Krakatau. Ketahui alasan keselamatan puncaknya!
JAKARTA, KalderaNews.com – Penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, dipastikan diperpanjang pada Minggu (6/9/2026).
Langkah antisipatif ini diambil guna menghindari risiko bahaya sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Perpanjangan Waktu Penutupan Berdasarkan NOTAM Terbaru
Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) A3348/26 yang diterbitkan oleh AirNav Indonesia menggantikan NOTAM A3346/26, status operasional Bandara Soekarno-Hatta dinyatakan “Aerodrome – Closed”.
BACA JUGA:
- 5 Bandara Ini Masih Ditutup Akibat Erupsi Anak Krakatau, OMC Digeber
- Duh! Minggu Ini Bandara Soetta Tutup Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
- Inilah Daftar Wilayah yang Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Penutupan sementara ini diperpanjang hingga perkiraan pukul 17.30 WIB (10.30 UTC). NOTAM menegaskan bahwa penghentian aktivitas penerbangan murni disebabkan oleh paparan abu vulkanik (AD CLSD DUE TO KRAKATAU VOLCANIC ASH).
AirNav mengimbau pengguna jasa penerbangan untuk terus memantau pembaruan informasi aeronautika resmi karena status operasional bersifat sangat dinamis.
Mengapa Abu Vulkanik Sangat Membahayakan Penerbangan?
Keputusan menutup bandara merupakan standar utama mitigasi keselamatan penerbangan (safety risk assessment) yang diatur oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan Lembaga Penerbangan Federal AS (FAA).
Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa, melainkan material pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang sangat keras serta abrasif.
Risiko utama abu vulkanik terhadap pesawat meliputi:
- Kerusakan Mesin Jet: Material silikat pada abu memiliki titik leleh yang lebih rendah dibanding suhu operasional mesin jet. Saat terhisap, abu meleleh dan membeku kembali di dalam komponen mesin, memicu compressor stall hingga kehilangan daya dorong secara mendadak.
- Keterbatasan Deteksi: Radar cuaca pesawat maupun radar pengatur lalu lintas udara (ATC) tidak dapat mendeteksi awan abu vulkanik seperti halnya awan hujan biasa.
- Risiko Landasan Pacu (Runway): Endapan abu di runway menurunkan efektivitas pengereman pesawat dan berpotensi terhisap kembali ke dalam mesin saat proses take-off atau landing.
- Gangguan Sistem Fisik: Sifat abrasif abu dapat merusak kaca kokpit (mengurangi jarak pandang pilot) serta mengganggu sistem hidraulik dan instrumen elektrikal pesawat.
Penutupan pangkalan udara dan pengalihan rute merupakan langkah krusial untuk mencegah kegagalan mekanis pada armada udara. Keputusan ini diambil demi menjamin keselamatan penumpang dan awak pesawat dari dampak erupsi vulkanik.
Ribuan Calon Penumpang Terjebak Ketidakpastian Jadwal
Dampak penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026) langsung dirasakan oleh ribuan calon penumpang.
Banyak dari mereka batal pulang ke daerah asal dan terpaksa mencari tempat menginap tambahan di tengah ketidakpastian jadwal penerbangan.
Sejumlah calon penumpang mengaku kebingungan karena penghentian operasional penerbangan membuat seluruh opsi perjalanan tertahan. Kebanyakan dari mereka merupakan warga luar daerah yang baru saja menyelesaikan urusan pekerjaan atau pelatihan di Jakarta.
- Proses Refund dan Reschedule Tertahan: Opsi pembatalan tiket (refund) maupun penjadwalan ulang (reschedule) tidak langsung memberikan kepastian penerbangan untuk esok hari.
- Opsi Pengalihan Rute Terbatas: Pengalihan penerbangan ke kota transit lain seperti Surabaya juga tidak memungkinkan karena terdampak kondisi cuaca vulkanik serupa.
- Biaya Ekstra Menginap: Calon penumpang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa kamar hotel di sekitar bandara sambil menunggu pembaruan status penerbangan dari otoritas AirNav.
Tertundanya penerbangan ini tidak hanya berdampak pada pembengkakan biaya perjalanan, tetapi juga mengganggu jadwal kerja para penumpang. Salah seorang penumpang mengungkapkan rasa pasrahnya karena dipastikan tidak bisa masuk kerja tepat waktu pada hari berikutnya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply