Viral! Anak Korban Gempa Flores Harap Buku Bacaan, Warganet: Pemerintah Zalim!

Tangkapan layar unggahan yang dibagikan oleh akun Threads @hendrik99jabur
Tangkapan layar unggahan yang dibagikan oleh akun Threads @hendrik99jabur terkiat gempa NTT (KalderaNews/Malena)
Sharing for Empowerment

Viral seruan donasi buku untuk korban gempa Flores NTT di Threads. Respons warganet sentil pemerintah dan banjir dukungan.

FLORES, KalderaNews.com – Kondisi memilukan yang dialami anak-anak korban gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur, baru-baru ini viral dan mencuri perhatian luas di platform media sosial Threads.

Lewat sebuah unggahan yang dibagikan oleh akun @hendrik99jabur, publik diajak untuk mengetuk hati berbagai pihak, khususnya penerbit besar seperti Gramedia, guna menyalurkan donasi buku bacaan bagi anak-anak yang terdampak bencana.

BACA JUGA:

Unggahan tersebut langsung memantik gelombang solidaritas dari warganet, yang tidak hanya ikut menandai (mention) akun-akun penerbit besar, tetapi juga melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah.

Seruan Donasi untuk Korban Gempa Flores

Dalam unggahannya yang dibagikan beberapa jam lalu, pemilik akun @hendrik99jabur memohon uluran tangan agar anak-anak di daerah pelosok Flores bisa kembali mendapatkan akses membaca dan belajar dengan layak pascagempa.

“Gramedia, mohon izin mengetuk hati Gramedia. 🙏 Anak-anak sekolah terdampak gempa di Flores masih membutuhkan buku bacaan. Jika berkenan, kami sangat berharap Gramedia dapat ikut mengambil bagian untuk membantu mereka kembali belajar dengan lebih layak,” tulis akun tersebut.

Saat ditanya lebih lanjut oleh warganet mengenai kebutuhan spesifik di lapangan, pihak pembuat utas menjelaskan bahwa kondisi di sana sangat memprihatinkan, terutama di SDI Tiwu Lenang yang bangunannya hancur total akibat gempa. Selain buku bacaan, anak-anak di sana sangat membutuhkan buku tulis, tas, dan sepatu sekolah.

Respons dan Komentar Asli Warganet

Utas mengharukan ini langsung diserbu oleh warganet. Banyak yang beramai-ramai melakukan repost (up) dan menandai akun penerbit seperti @gramediacom, @bukugpu, hingga @majalah_bobo untuk memperluas jangkauan bantuan.

Berikut adalah beberapa komentar asli dari warganet di kolom balasan:

@jonedcp_: “Ya Allah sedih banget, mereka cuma ingin belajar dan mencari ilmu 🥺🥲”

@ulyisabela: “Buku itu penting dari pd chat GPT”

@memelgaga: “Parah ya pemerintah, sampai kita pun malah jd berharap sama perusahaan swasta yg mungkin juga lagi berjuang buat bertahan 😭 dzolim banget orang2 di pemerintahan skrng yang cuma mikirin kekayaan pribadinya.”

@lovetravelncooks: “Kak coba ajukan proposal ka penerbit airlangga, mereka punya banyak buku pelajaran kak.”

@justoweyouu: “@gramediacom plisss”

Harapan untuk Pemulihan Pendidikan di Pelosok

Kisah anak-anak korban gempa Flores ini menjadi pengingat bahwa di balik megahnya pembangunan, masih ada saudara-saudara kita di wilayah terpencil yang berjuang demi secercah asa pendidikan.

Dukungan dari berbagai pihak, baik dari korporasi swasta, penerbit buku, maupun sesama masyarakat, menjadi kunci utama agar semangat belajar anak-anak di zona bencana tidak padam begitu saja.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


46 views