
Kemdiktisaintek gratiskan UKT 1 semester untuk 5.000 mahasiswa terdampak gempa NTT guna menjamin keberlanjutan pendidikan.
NTT, KalderaNews.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester bagi 5.000 mahasiswa yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kebijakan strategis ini diambil guna memastikan keberlanjutan pendidikan perguruan tinggi di tengah masa pemulihan pascabencana.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, saat meninjau kondisi pascabencana dan memimpin konsolidasi respons perguruan tinggi di Posko Lapangan Universitas Katolik (Unika) St. Paulus Ruteng, Kabupaten Manggarai, Rabu (26/8).
BACA JUGA:
- Kemendikdasmen Gelontorkan Rp860 Juta untuk NTT
- UI Tegaskan 6 Mahasiswa Psikologi Dampingi Wapres ke NTT Tanpa Honor
- Tenda dan Moda Darurat di 1.378 Sekolah Terdampak Gempa NTT
“Keluarga besar Kemdiktisaintek dan seluruh kampus menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi di NTT. Kita akan memberikan bantuan UKT untuk satu semester di tahap ini, sementara ini untuk 5.000 mahasiswa sesuai data yang disampaikan. Kita akan lihat kalau memang masih diperlukan, kita juga akan menambah satu semester lagi,” tegas Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
Pembebasan biaya pendidikan ini dirancang untuk meringankan beban finansial keluarga korban yang sedang fokus memulihkan kondisi tempat tinggal dan perekonomian.
Prioritas Bantuan & Penanganan Dampak Bencana
Sebagai bentuk penanganan komprehensif, Kemdiktisaintek bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah menyusun skema bantuan yang mencakup beberapa poin utama:
- Mahasiswa Luar Daerah: Pemberian bantuan menyasar mahasiswa asal NTT yang sedang menempuh studi di luar wilayah terdampak.
- Dukungan Logistik & Posko: Pengoperasian posko dukungan dan distribusi bantuan logistik yang diinisiasi oleh berbagai perguruan tinggi.
- Layanan Trauma Healing: Penyiapan pendampingan psikologis bagi korban pascabencana sebagai prioritas pemulihan non-fisik.
Dampak Gempa di Kabupaten Manggarai
Berdasarkan laporan resmi Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, per Rabu (26/8/2026), dampak gempa memicu kondisi darurat di wilayahnya:
| Indikator Dampak | Jumlah / Keterangan |
| Korban Jiwa | 45 Orang (23 orang di antaranya meninggal pascagejadian akibat shock dan minimnya fasilitas medis) |
| Jumlah Pengungsi | 50.000 Jiwa |
| Kelompok Rentan | 7.600 Jiwa |
| Fasilitas Kesehatan | Seluruh Puskesmas dan mayoritas Rumah Sakit mengalami kerusakan berat |
Bupati Herybertus menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor bersama pemerintah pusat dan provinsi terus dipercepat untuk memulihkan layanan dasar dan infrastruktur publik.
Program ‘Aksara Mahasiswa’ untuk Pemulihan NTT
Selain bantuan finansial, kunjungan Mendiktisaintek menjadi momentum pemetaan awal launching Program Mahasiswa Berdampak melalui Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (Aksara Mahasiswa).
Melalui program ini, mahasiswa dan perguruan tinggi akan diterjunkan langsung ke lokasi terdampak untuk membantu pemulihan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan pemberdayaan lapangan. Kemdiktisaintek bersama LLDIKTI akan terus memutakhirkan data mahasiswa terdampak agar seluruh penyaluran bantuan tepat sasaran.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply