Waspada Potensi Awan Cumulonimbus di Wilayah Ini Hingga 2 September 2026

Apa itu Cell Awan Kumulonimbus? Cumulonimbus
Cell Awan Kumulonimbus di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

BMKG merilis potensi awan Cumulonimbus 27 Agustus–2 September 2026. Cek daftar wilayah terpengaruh dan tingkat risikonya.

JAKARTA, KalderaNews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkannya prakiraan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di berbagai wilayah Indonesia untuk periode 27 Agustus hingga 2 September 2026.

BACA JUGA:

Informasi ini merupakan produk prakiraan cuaca penerbangan berbasis model cuaca numerik untuk jangka waktu tujuh hari ke depan.

Wilayah Berpotensi Awan Cumulonimbus (27 Agustus – 2 September 2026)

BMKG memetakan sebaran awan Cb berdasarkan persentase cakupan spasialnya ke dalam dua kategori utama minggu ini:

1. Kategori Frequent (FRQ) — Cakupan Spasial >75%

Wilayah dalam kategori ini memiliki tingkat pertumbuhan awan Cb yang sangat padat dan dominan:

  • Daratan: Bengkulu, Sumatera Barat
  • Perairan: Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Selat Malaka bagian utara

2. Kategori Occasional (OCNL) — Cakupan Spasial 50–75%

Wilayah dengan potensi pertumbuhan awan Cb bersifat sedang hingga signifikan meliputi:

  • Daratan: Aceh, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Utara, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, serta wilayah Papua (Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah).
  • Perairan: Laut Banda, Laut Maluku, Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi bagian barat, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua, Selat Karimata bagian utara, dan Selat Malaka bagian utara.

Memahami Kategori dan Arti Awan Cumulonimbus menurut BMKG

Awan Cumulonimbus (Cb) dikenal sebagai awan konvektif tebal yang berpotensi memicu hujan lebat, kilat, angin kencang, hingga turbulensi pada penerbangan. BMKG membagi potensi persentase cakupan spasial awan Cb ke dalam tiga tingkatan resmi:

KategoriSingkatanCakupan Spasial Maksimum
IsolatedISOLKurang dari 50% (<50%)
OccasionalOCNLAntara 50% hingga 75% (50–75%)
FrequentFRQLebih dari 75% (>75%)

Imbauan Keselamatan untuk Masyarakat dan Transportasi

Mengingat dampak awan Cumulonimbus terhadap cuaca ekstrem dan keselamatan penerbangan maupun pelayaran, BMKG mengimbau beberapa langkah penyesuaian:

  • Masyarakat umum: Tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca mendadak dan selalu memantau pembaruan informasi cuaca resmi.
  • Pelaku transportasi laut & nelayan: Wajib memeriksa informasi kondisi gelombang dan angin sebelum berlayar, terutama di kawasan perairan berstatus FRQ dan OCNL.
  • Sektor penerbangan: Memperhatikan pembaruan analisis navigasi cuaca berbasis model numerik BMKG demi meminimalkan risiko turbulensi.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


15 views