Ini Alasan Program Beasiswa RISETPro Tetap Dilanjutkan di 2020




Beasiswa Research & Innovation Science & Technology Project (RISETPro)
Beasiswa Research & Innovation Science & Technology Project (RISETPro) (KalderaNews/Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com – Berbeda dari beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Beasiswa Research & Innovation Science & Technology Project (RISETPro) lebih spesifik ditujukan untuk menciptakan lingkungan kondusif bagi penelitian dan pengembangan di bidang Iptek, memperkuat kinerja insentif, serta meningkatkan kapasitas SDM di Kelembagaan Iptek.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang P.S Brodjonegoro baru-baru ini di Jakarta. Ia menegaskan Beasiswa RISETPro merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing peneliti dan perekayasa Indonesia.

Program ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM peneliti dan perekayasa nasional. Jadi apapun penelitian yang dilakukan di Indonesia, pasti terpusat pada SDM unggul.

BACA JUGA:

Menteri Bambang menekankan selain mendapatkan ilmu dan pengetahuan memahami perkembangan sains dan teknologi terbaru, hal terpenting bagi peneliti dan perekayasa saat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik di luar negeri adalah mereka dapat merasakan, mempelajari dan terlibat di lingkungan riset perguruan tinggi di negara maju.

Ia berharap para peneliti, perekayasa dan akademisi yang telah menyelesaikan studi dapat mengadopsi lingkungan riset (research environment) dan menerapkannya di instansi masing-masing, sekembalinya mereka ke Indonesia.

“Tentu program beasiswa ini sangat dibutuhkan karena sebagian besar peneliti Indonesia menempuh studi di luar negeri. Disamping mendapatkan ilmunya, SDM unggul Indonesia diharapkan dapat menguasai teknologi yang paling baru dan mutakhir. Akan tetapi, tetap saya prioritaskan agar penerima beasiswa RisetPro untuk mempelajari secara seksama tentang ‘research environment’, yang memang sudah terbangun dengan baik di negara negara maju, di kalangan universitas kelas dunia,” terangnya.

Bambang menegaskan pemerintah akan tetap melanjutkan program ini di tahun depan, karena program ini sangat penting bagi penguatan kualitas SDM peneliti dan perekayasa Indonesia, agar mampu berkontribusi bagi pembangunan ekonomi berbasis riset dan inovasi.

“Program ini tentu harus dilanjutkan untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam pembangunan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) melalui penguatan SDM peneliti dengan penguasaan inovasi dan teknologi.”

Diketahui, proyek beasiswa ini merupakan inisiatif pemerintah Republik Indonesia dengan dukungan Bank Dunia melalui Loan No. 8245-ID. Penerima manfaat utama dari program ini adalah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) serta tujuh Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) yang berada di bawah koordinasi Kemenristek. Info lengkap beasiswa ini, KLIK: Program RISETPro. (LF)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*