6 Pesan Buat Penerima Beasiswa LPDP, Rionald Silaban: Kalian Orang-orang Berutang

Presiden Direktur LPDP, Rionald Silaban pada Persiapan Keberangkatan PK-164. Agenda dilakukan secara daring dengan menyampaikan pesan-pesan bermakna untuk diingat oleh penerima LPDP (KalderaNews/Syasa Halima)da Persiapan Keberangkatan PK-164. Agenda dilakukan secara daring (KalderaNews/Syasa Halima)
Presiden Direktur LPDP, Rionald Silaban pada Persiapan Keberangkatan PK-164. Agenda dilakukan secara daring dengan menyampaikan pesan-pesan bermakna untuk diingat oleh penerima LPDP (KalderaNews/Syasa Halima)

JAKARTA, KalderaNews.com – Direktur Umum Lembaga Pengelola Lembaga Pendidikan (LPDP) sekaligus Komisari Bank Mandiri, Rionald Silaban menyampaikan pesan-pesan penting kepada pada para penerima beasiswa LPDP angkatan 164. Hal ini dilakukan dalam rangka persiapan keberangkatan yang dilakukan secara daring.

1.Tumbuhkan Kearifan Saat Menuntut Ilmu

Ia berharap anak-anak LPDP menumbuhkan kearifan dengan semakin tingginya ilmu pengetahuan yang didapatkan. Ia sangat menekankan pentingnya kearifan supaya anak-anak terus belajar, mendengarkan masukan orang lain, dan tidak merasa dirinya paling tahu.

“Dengan LPDP, kita bersama-sama membuat pendidikan kalian menjadi lebih maju, harapan saya adalah dengan semakin tingginya pengetahuan kamu, maka kearifan kamu tumbuh. Itu penting sekali. berbahaya sekali kalau orang makin pandai, tapi makin tidak arif. dia semakin merasa dirinya paling tahu,” tegasnya.

BACA JUGA:

Menurutnya, sebuah kemajuan negara bukan hanya penduduk yang berpendidikan, akan tetapi mereka memiliki kearifan dan punya rasa kebersamaan.

“Kalian penting karena masa depan Indonesia ada di tangan kamu, ya,” ujarnya.

2. Kamu Diukur Dari Apa Yang Kamu Perbuat

Ia memberi pesan bermakna bahwa seorang alumni LPDP sejatinya bukan diukur dari apa yang mereka miliki, melainkan diukur dari apa yang mereka perbuat. Tidak harus besar hingga diliput media, melainkan seberapa jauh alumni memberikan manfaat bagi orang-orang sekitar dan masyarakat yang membutuhkan.

“Kamu diukur bukan dari apa yang kamu punya. Kamu diukur dari apa yang kamu perbuat. katakanlah kamu punya gelar S1,S2, S3. Ini bukan sesuatu yang harus kamu pamerkan, tetapi apa yang bisa kamu perbuat. Buat kami di LPDP, masa depan terbuka untuk semua orang. Kami menyeleksi menggunakan merit system,” tuturnya ketika memberi pengarahan pada webinar LPDP PK-164.

3. Berlakukan Kepentingan Umum Terlebih Dahulu

Ketika alumni LPDP menjadi pemimpin, ia berharap mereka memberikan kesempatan adil pada semua orang, terutama kepada orang-orang yang tidak punya koneksi. Ilmu tinggi tetapi tidak ada karakter maka hanyalah sia-sia.

“Ketika kalian jadi pemimpin, saya minta kalian berlakukan kepentingan umum terlebih dahulu. Berikan kesempatan adil kepada semua orang, kepada orang-orang yang tidak punya koneksi. Ilmu tinggi bukan suatu hal yang penting, tetapi karakter. Kalianlah yang menentukan karakter Indonesia, dari perbuatan-perbuatan (generasi muda),” ujarnya

4. Indonesia Tunggu Pemikiran, Bukan Kehilangan

Ia mengibaratkan awardee LPDP merupakan orang yang berutang. Bukan dari segi nominal, melainkan balas budi kepada tanah air Indonesia. Ketika awardee sudah tanda tangan kontrak, maka sejatinya mereka sudah sepakat dengan kewajibannya.

“Bagi saya ini bukan soal nominal. Satu, kalian berhutang kepada bangsa ini. Betul keluar uang, tetapi yang paling penting ialah pulang ke Indonesia, lalu kontribusi. Negara ini, bangsa ini, nunggu kamu 4 tahun. Kita ingin Indonesia memperoleh pemikiran-pemikiran, bukan kehilangan pemikiran,”

Ia meminta awardee dan alumni LPDP untuk selalu pikir masak-masak ketika ingin berbuat sesuatu. Mereka terus membawa nama lembaga, meskipun sudah lulus.

“Apapun kamu, kamu adalah alumni LPDP. Jadi kalau kalian melakukan sesuatu, please do consider! Ada kemungkinan kamu sebagai alumni bisa mempengaruhi persepsi orang lain. Orang akan melihat apa, sih dampaknya LPDP,” ujarnya saat memberikan pengarahan.

5. Bijak Ketika Bertindak

Di dalam hidup ini nanti ada momen-momen penting. Kebebasan berpendapat adalah sesuatu yang dijamin oleh Undang-Undang. Hanya, yang disayangkan ketika berubah menjadi kekerasan dan merusak.

“Sebagai orang-orang yang terpelajar, saya berharap kepala kamu lebih cepat daripada jempol kamu. Kalau ada berita dicerna dulu sebelum kamu teruskan. Untuk (momen) apa saja, di dalam hidup kamu,” ucapnya.

6. Aspirasi Untuk Menumbuhkan Indonesia

Ia memahami betul bahwa setiap masyarakat, bahkan awardee dan alumni LPDP memiliki aspirasi pribadi. Ia berharap aspirasi yang mereka suarakan bertujuan untuk menumbuhkan Indonesia, bukan untuk menurunkan mutu negara.

“Saya tahu kita semua punya aspirasi pribadi. yang saya harapkan aspirasi pribadi kalian menyuburkan Indonesia, jangan sampai malah mendegredasi Indonesia. Saya harap kalian bisa mengingat ini karena pada dasarnya kalianlah yang menentukan jalan kehidupan kalian sendiri. Saya doakan kalian sukses,” tandasnya saat mengakhiri sesinya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*