
JAKARTA, KalderaNews.com– Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berupaya meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi yang selama ini masih rendah, salah satunya dengan menambah kuota beasiswa, terutama bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin. Direktur Karir dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kemenristekdikti, Bunyamin Maftuh menuturkan, secara akumulasi saat ini jumlah mahasiswa jenjang sarjana mencapai jutaan jiwa. “Tapi, itu baru 34 persen dari populasi masyarakat usia kuliah,” ujarnya.
BACA JUGA:
- AS Berikan Beasiswa S2 untuk Peringati 70 Tahun Hubungan dengan Indonesia
- Deadline Beasiswa Penuh D3 ACA Asuransi 15 Juli 2019
- Beasiswa Politeknik Ubaya Langsung Kerja bagi Lulus SMA/SMK/MA Tutup 13 Juli 2019
- Tawaran Beasiswa S1 dan S2 dari University of Bristol Inggris, Berakhir 30 Juni 2019
Maka, untuk meningkatkan angka partisipasi yang masih 34 persen tersebut, Bunyamin menuturkan, salah satu caranya dengan menambah alokasi beasiswa kuliah, terutama beasiswa pendidikan untuk mahasiswa miskin berprestasi atau Bidikmisi. “Tahun ini, kuota Bidikmisi ditambah menjadi 130 ribu orang,” tegasnya.
Kuota 130 ribu orang itu murni untuk mahasiswa baru tahun akademik sekarang. Penambahan kuota Bidikmisi tersebut terbilang cukup drastis, lantaran pada 2018 kuota Bidikmisi hanya 85 ribu kursi. Bunyamin berharap kuota Bidikmisi tahun ini bisa terisi dengan maksimal dan tepat sasaran. Beasiswa Bidikmisi terbuka bagi mahasiwa baru jalur SNM PTN maupun SBM PTN. (yp)
* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu


Leave a Reply