Kemitraan Unika Atma Jaya dengan Desa Ponggang, Saat Mahasiswa Jadi Abdi Masyarakat




Mahasiswa Unika Atma Jaya Live In di Desa Ponggang. (Dok. Unika Atma Jaya)
Mahasiswa Unika Atma Jaya Live In di Desa Ponggang. (Dok. Unika Atma Jaya)

JAKARTA, KalderaNews.com   Fakultas Teknik Unika Atma Jaya Jakarta telah menjalin kemitraan dengan Desa Ponggang, Serangpanjang, Subang, Jawa Barat sejak 2013. Program studi Teknik Industri yang mengawali program pengabdian masyarakat ini. Mula-mula, mereka membuat alat penepung pisang dan pengolah gabah, kemudian berlanjut membuat pompa hidran untuk memasok air sebagai kebutuhan warga.

BACA JUGA:

Setiap tahun, selain mahasiswa, para dosen juga turut memberikan berbagai program pengabdian masyarakat, seperti pengadaan perpustakaan, dan optimalisasi produksi makanan Keripik Singkong Pongs’, yang kini menjadi ikon desa tersebut.

Mahasiswa juga turut serta dalam membangun fasilitas desa, seperti jembatan, kamar mandi, tempat penampungan air, serta lampu jalan. Melalui program Live-In, mahasiswa diajak mengenal lebih dekat budaya dan kebiasaan masyarakat setempat.

Seorang alumni Fakultas Teknik, Sylvia bercerita, pertama kali ia ikut ke Desa Ponggang untuk berwisata semata. Tapi, ketika ia tinggal bersama warga dan ikut menanam padi, memotong rumput, memasak, dan yang lain, Sylvia tergerak menghidupkan unit usaha kecil warga untuk produksi keripik singkong.

Selain itu, sebagai bagian dari program capacity building, ada pelatihan pengelolaaan keuangan dan diversifikasi produk olahan berbahan baku singkong. Semua itu untuk semakin meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain Keripik Singkong Pongs’, kini warga juga memproduksi Mini Bites Rengginang dan Sambal “Ema”. Unika Atma Jaya juga melakukan co-branding dengan membeli produk keripik singkong mereka yang dijadikan souvenir sehingga membantu meningkatkan perluasan pasar.

Summer course Unika Atma Jaya bersama National University of Singapore (NUS). (Dok. Unika Atma Jaya)

Kang Iwa, perwakilan Desa Ponggang, menyambut baik upaya-upaya untuk membantu kemajuan desanya. “Tentu kami sangat terbantu dengan kehadiran rekan-rekan dari Unika Atma Jaya. Warga bisa merasakan mudahnya mendapatkan air, MCK di tempat yang layak, serta memperoleh penghasilan dari produk yang dibuat,” tutur Kang Iwa.

Juli 2019, Desa Ponggang menjadi lokasi summer course Unika Atma Jaya yang diikuti oleh mahasiswa Atma Jaya dan National University of Singapore (NUS). Salah satu pencapaian dari program itu, mahasiswa Atma Jaya dan NUS berhasil menciptakan pengolahan energi terbarukan, yaitu biogas yang memanfaatkan kotoran sapi. (yp)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*