15 Langkah Praktis Tingkatkan Imunitas Tubuh Saat Berpuasa di tengah Pandemi Corona

Selamat menunaikan Ibadah Puasa (Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com — Ahli Gizi dari Universitas Gadjah Mada, R. Dwi Budiningsari, SP., M.Kes., Ph.D., mengatakan ibadah puasa bagi yang menjalankannya bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh atau imunitas.

“Sejumlah penelitian menyebutkan berpuasa dapat meningkatkan imunitas. Sebaliknya, belum ada studi yang menyatakan berpuasa berisiko meningkatkan infeksi Covid-19,” jelasnya dalam laman resmi Universitas Gadjah Mada.

Ketua Prodi S1 Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM ini mengatakan berpuasa yang benar dapat memperbaiki jaringan-jaringan sel yang rusak.

Dengan berpuasa 30 hari bisa merangsang produksi sel-sel darah putih baru. Hal ini mendasari regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh.

Kondisi dengan sistem kekebalan yang telah diregenerasi akan semakin memperkuat tubuh dalam menangkal berbagai infeksi bakteri maupun virus dan penyakit lainnya.

Tak hanya meningkatkan imunitas, berpuasa juga membantu detoksifikasi tubuh. Selama berpuasa bisa membantu mengeluarkan berbagai racun yang tersimpan dalam tubuh. Misalnya zat-zat adiktif aditif dalam makanan seperti pengawet dan pewarna makanan.

BACA JUGA:

Ia menambahkan, puasa juga dapat mengurangi massa lemak tubuh. Lemak yang berlebih dalam tubuh dapat merusak keseimbangan sistem kekebalan tubuh manusia. Lemak yang berlebih akan memicu produksi sel yang menyebabkan peradangan organ tubuh sehingga memicu munculnya penyakit pembuluh darah dan masalah kesehatan lainnya.

Berikut ini tips menjaga dan meningkatkan imunitas di bulan Puasa menurut R. Dwi Budiningsari ditambah dengan tips dari sumber lainnya.

  1. Untuk dapat menjalankan ibadah Puasa, pastikan terlebih dahulu kondisi kesehatan tubuh. Orang sehat dianjurkan tetap berpuasa, sedangkan yang sakit dianjurkan berkonsultasi terlebih dulu ke dokter.
  2. Saat sahur dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks dan serat yang membutuhkan waktu lama untuk dicerna diubah menjadi energi. Dengan begitu energi yang dihasilkan akan bertahan lebih lama dan juga merasa kenyang lebih lama. Contohnya seperti nasi merah, kentang, roti gandum, biji-bijian, kacang-kacangan, gandum, dan ubi.
  3. Konsumsi sayuran hijau, brokoli, wortel, dan lainnya yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral.
  4. Penuhi juga kecukupan protein yang dapat diperoleh dengan mengkonsumi protein hewani maupun nabati seperti ikan, telur, ayam, daging, tempe, dan tahu.
  5. Jangan lupa mengkonsumi buah-buahan, seperti semangka, pepaya, melon, jeruk, buah naga, dan lainnya.
  6. Pastikan asupan air putih 2 liter atau setara dengan 8-9 gelas sehari. Ini dapat diatur mulai dari buka hingga sahur.
  7. Konsumsi Suplemen Multivitamin. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, memanfaatkan asupan suplemen multivitamin menjadi salah satu langkah yang baik. Sebaiknya pilih suplemen yang di dalamnya mengandung gizi dan juga aman bagi kesehatan.
  8. Batasi konsumsi gula, jangan lebih dari 50 gram sehari atau setara dengan 4 sendok makan karena bisa memengaruhi sel imun untuk memerangi penyakit.
  9. Hindari konsumsi makanan dengan kandungan lemak trans tinggi dan kurangi makanan atau minuman yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti makanan atau minuman yang terlalu manis.
  10. Saat berbuka, pastikan untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak makanan. Porsi makan saat berbuka puasa sebaiknya sekitar 10-25 persen dari kebutuhan sehari, diikuti makan malam setelah sholat magrib sekitar 25-35 persen, snack malam sekitar 10-25 persen, sedangkan saat sahur sebesar 20-35 persen kebutuhan sehari.
  11. Selama berpuasa disarankan tetap melakukan aktivitas fisik dengan berolahraga. Olahraga dapat dilakukan dengan aktivitas rumah tangga dan senam aerobik ringan hingga sedang untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.
  12. Istirahat yang cukup setidaknya 8 jam sehari. Menjadwalkan tidur secara teratur penting dilakukan sebab jadwal tidur selama berpuasa berubah drastis.
  13. Hindari stres karena bisa menurunkan imunitas. Banyaknya informasi mengenai virus corona, dapat memicu stres, cemas, panik, dan rasa takut. Apabila berlangsung berlarut-larut, dapat menyebabkan gangguan psikologis, fisik, dan kognitif. Untuk itu, langkah awal mengelola kecemasan adalah bertanya pada diri sendiri dan mengenali kepribadian diri. Selain itu hindari paparan informasi yang memicu kecemasan.
  14. Kerjakan hobi yang menyenangkan untuk meningkatkan hormon endorfin yang meningkatkan rasa senang.
  15. Tetap patuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Antara lain dengan menjaga kebersihan melalui rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan memakai masker jika keluar rumah.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*