Sekjen PKP Klarifikasi Kematian Warga Paninggahan Suci Rahmadona Bukan Karena Covid-19




Sekjen Persatuan Keluarga Paninggahan, Irwan Nasir
Sekjen Persatuan Keluarga Paninggahan, Irwan Nasir (KalderaNews/Ist)

TANGERANG, KalderaNews.com – Kabar meninggalnya seorang warga Kabupaten Solok, Suci Rahmadona yang disebabkan oleh Covid 19 diluruskan oleh pengurus perantau. Almarhumah meninggal bukan karena Covid, melainkan karena memang sudah sakit sebelumnya.

Seperti yang dikabarkan beberapa media dan beredar luas dalam pesan berantai di media sosial, seorang perantau asli Kabupaten Solok meninggal dalam perjalanan. Namun, kabar itu kini diluruskan oleh Sekjen Persatuan Keluarga Paninggahan, Irwan Nasir di Tangerang.

“Salah seorang warga PKP Kreo atas nama Suci Rahmadona yang mengidap penyakit Tumor/kangker di bagian kaki dan pernah dirawat di RS Fatmawati selama 2 minggu kemudian pulang dan masuk lagi ke RS Aminah dan Pindah RS Sari Asih Ciledug dari Sari Asih langsung dibawa Pulang ke Kampung,” ujar Irwan dalam pesan tertulisnya yang diterima KalderaNews.

BACA JUGA:

Lebih lanjut Irwan menjelaskan, almarhumah yang berparas cantik ini meninggal di kapal. Kemudian, dibawa oleh keluarganya ke rumah sakit di Kalianda. Tujuan dibawa ke rumah sakit adalah guna mendapatkan surat keterangan kematian.

“Dalam perjalanan (almarahumah) meninggal di kapal sebelum merapat di Bakauheni dan dibawa ke RS kalianda Lampung untuk diminta surat kematian.”

Masih menurut keterangan Irwan, jenazah akhirnya tetap dibawa ke kampung halaman yaitu Paninggahan, Kabupaten Solok, untuk dimakamkan.

Jadi, tidak benar almarhumah wafat karena Covid 19. Irwan justru merasa ada yang aneh dengan adanya berita yang dikait-kaitkan dengan Covid. Kata Irwan, beberapa hari kemudian TV Lampung mengeluarkan berita bahwa almarhumah dikaitkan dengan Covid.

Namun, menurut Irwan, demi menjaga kenyaman, semua keluarga yang mengantar pulang almarhumah dilakukan rapit Test dan Swap. Semua hasilnya negatif.

“TV lampung mengeluarkan berita bahwa almarhumah positif Covid 19. Dan keluarga semuanya dilakukan Rapit Test dan Test Swap dan setelah 3 hari alhamdulillah hasilnya negatif semua,” tutup alumni IAIN Padang ini. (JS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*