Inilah Sosok di Balik “Hujan Bulan Juni”, Seorang Profesor Sastra Indonesia

Sapardi Djoko Damono. (Ist.)
Sapardi Djoko Damono. (Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com — Setiap kali memasuki bulan Juni, karya sastra ini selalu menjadi pembicaraan. Puisi bertajuk “Hujan Bulan Juni” serta sosok di balik karya itu juga selalu menjadi trending topic.

BACA JUGA:

Nah, begini isi lengkap puisi berjudul “Hujan Bulan Juni”:

Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Adalah sastrawan Sapardi Djoko Damono yang mencipta karya sastra tersebut. Penyair yang pada tahun ini genap berusia 80 tahun itu tetap produktif menghasilkan karya. Sapardi lahir di Surakarta, 20 Maret 1940.

Lulus dari SD, Sapardi meneruskan pendidikan ke SMP 2 di Mangkunegaran, lalu melanjutkan ke SMA 2 di Margoyudan. Setamat SMA, Sapardi meneruskan pendidkan di Jurusan Sastra Barat (sekarang Sastra Inggris), Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Pada 1964, Sapardi lulus kuliah lalu studi ke Universitas Hawaii, Honolulu, Amerika Serikat (1970-1971) dan memperoleh gelar doktor di Universitas Indonesia pada 1989. Semenjak 1974, Sapardi sudah mengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia hingga purnakarya. Tercatat, ia pernah menjabat Dekan FIB UI periode 1995-1999 dan menjadi guru besar.

Pada 1986, Sapardi mendapatkan SEA Write Award. Dan tahun 2003, ia memperoleh Penghargaan Achmad Bakrie. Ada ratusan, bahkan ribuan karya sastra yang telah tercipta dari tangannya. (yp)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*