Kuy, Kenali Mindset dan Cara Atur Duit Generasi Milenial

Generasi Milenial
Tanpa jaringan internet hidup mereka bakal terasa hampa (KalderaNews/Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com – Banyak orang salah memahami Financial Freedom di kalangan Generasi Y (Gen-Y). Orang salah mengerti dan tak percaya kalau kebebasan finansial itu bisa dinikmati dalam kesederhanaan.

Bagi yang “sedikit gaul” pasti tidak asing lagi dengan quote “bahagia itu sederhana” ini. Kebahagiaan dan kebebasan keuangan bisa dihayati Gen-Y dengan caranya yang sederhana.

Konsep kebebasan keuangan di kalangan Gen-Y (lahir 1981-1997) memang tergolong istimewa. Perkembangan dan kemajuan teknologi menjadi asal-muasal gaya hidup mereka. Lebih dari gaya hidup, cara berpikir atau mindset mereka pun berubah karenanya.

BACA JUGA:

Temuan teranyar IndianMoney menyatakan Gen-Y berbeda dengan generasi sebelumnya yang tak begitu akrab dengan kemajuan gadget dan jaringan internet. Kemajuan ini nyata-nyata membuat Gen-Y tak mau ambil pusing dengan uang yang harus diinvestasikan untuk membeli rumah atau kendaraan, seperti mendarah daging bagi generasi sebelumnya.

Tak Suka Beli Rumah atau Apartemen

Gen-Y justru tertarik untuk menyewa kamar, rumah atau apartemen. Pilihan semacam ini tentu berbeda dengan generasi sebelumnya yang berprinsip mengalokasikan keuangannya untuk membeli rumah atau apartemen.

Layanan online sewa kamar hingga rumah dan apartemen mendapatkan tempat di hati Gen-Y. Apalagi, Gen-Y memang tak tertarik dengan model hidup yang terikat oleh rumah atau apartemen pribadi. Mereka lebih suka menyewa kamar, rumah atau apartemen, ketimbang membelinya. Praktis dan tidak rempong mengurusnya.

Gen-Y berpandangan bahwa mereka kini memasuki era baru dimana orang dapat pindah pekerjaan kapan saja dan dimana saja. Informasi pekerjaan di dalam dan luar negeri makin gampang diakses. Informasi yang berseliweran dan gampang diakses ini berdampak pada mobilitas hidup yang tinggi. Tak hanya lintas pulau, Gen-Y menyukai mobilitas lintas negara.

Perhatikan saja Gen-Y yang kini banyak menyukai dan menjalani pekerjaan-pekerjaan lintas negara. Mobilitas yang tinggi mengurangi keinginan menetap di rumah atau apartemen pribadi. Gaya hidup seperti ini sebenarnya kentara sekali di kota-kota dunia seperti New York, Paris, Roma, Berlin, Singapura, New Delhi, Sydney dan tak terkecuali Jakarta.

Mobil Bukan Prioritas

Tak hanya saol rumah atau apartemen, membeli mobil pun tak lagi menjadi prioritas Gen-Y. Transportasi online menjadi gaya hidup mereka. Taksi online menjadi solusi untuk Gen-Y. Banyak dari mereka yang berpandangan bahwa akan lebih mudah dan nyaman dengan taksi online di tengah malam sehabis pesta atau hangout dengan teman-teman, ketimbang menyetir sendiri dengan risiko lelah dan mengantuk.

Demen Travelling dan Hangout

Nah, karena tergelitik oleh hal-hal yang sifatnya pengalaman, Gen-Y ini suka jalan-jalan atau hangout ke luar negeri, berbeda dengan generasi sebelumnya yang fokus mengalokasikan uangnya untuk rumah dan mobil sehingga jarang bepergian dan berwisata ke luar negeri. Prioritas ini menyingkapkan fakta baru bahwa Gen-Y itu tipe pribadi yang suka memberi hadiah untuk diri sendiri berupa pengalaman. Wujud konkret pengalaman tersebut adalah jalan-jalan atau travelling.

Amati saja postingan Gen-Y di akun media sosialnya. Kita akan menemukan banyak postingan travelling dan hangout mereka. Pertanyaannya, apakah perbedaan prioritas ini menjadi tanda nyata terputuskan edukasi soal pengelolaan keuangan? Tentu saja tidak. Ini soal gaya hidup. Gaya hidup tiap generasi berbeda.

Melek Literasi Keuangan Berbasis Aplikasi

Soal pengelolaan keuangan pun, jangan dianggap Gen-Y tidak melek literasi keuangan. Kemajuan gadget dan jaringan internet yang tak lelet memanjakan mereka sehingga bermacam-macam platform keuangan modern bermunculan. Gen-Y memanfaatkan platform dan aplikasi modern.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*