Inilah 10 Perayaan Tahun Baru Super Unik di Berbagai Negara

Ilustrasi: Festival Songkran di Thailand untuk menyambut tahun baru. (KalderaNews.com/Ist.)
Ilustrasi: Festival Songkran di Thailand untuk menyambut tahun baru. (KalderaNews.com/Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Tahun baru identik dengan pesta kembang api. Tapi itu tak cukup. Di beberapa negara, tahun baru dirayakan dengan beragam tradisi yang unik dan menarik.

BACA JUGA:

Nah, berikut sepuluh tradisi unik sejumlah negara di dunia saat tahun perlahan berganti:

Bunyi lonceng 108 kali (Jepang)

Ketika malam tahun baru, masyarakat Jepang memiliki tradisi unik, yakni membunyikan lonceng berukuran besar yang dilakukan di kuil. Upacara tradisional yang dikenal dengan Joya no kane ini dilakukan dengan membunyikan lonceng sebanyak 108 kali yang diyakini untuk mengusir kejahatan dan dosa manusia.

Melemparkan piring ke tembok (Denmark)

Saat malam pergantian tahun, masyarakat Denmark memiliki tradisi memecahkan piring atau kaca ke tembok atau pintu. Pecahan piring atau kaca diyakini bisa membawa keberuntungan. Biasanya, pemilik rumah menyediakan piring yang sudah tak terpakai untuk dilemparkan ke tembok atau pintu.

Makan 12 anggur (Spanyol)

Masyarakat Spanyol meyakini mengonsumsi 12 buah anggur saat pergantian tahun, bisa menangkal nasib buruk. Tradisi yang dikenal dengan sebutan “Las doce uvas de la buena suerte” ini dilakukan 12 detik sebelum memasuki pukul 12 malam.

Untuk setiap anggur yang dimakan mewakili keberuntungan yang akan diperoleh pada setiap bulan di tahun yang akan datang. Selain di Spanyol, tradisi serupa juga bisa ditemui di Chili dan Denmark.

Mengecat merah pintu depan rumah (China)

Masyarakat China memiliki penanggalan sendiri. Masyarakat China meyakini, mengecat pintu rumah depan dengan warna merah saat perayaan tahun baru atau Imlek, akan membawa keberuntungan bagi seluruh anggota keluarga.

Selain mengecat pintu, masyarakat China juga kerap meletakkan guntingan pita merah di jendela dan pintu. Merah menjadi simbol keberuntungan dan membawa kebahagiaan.

Festival Songkran (Thailand)

Seperti di China, masyarakat tradisional Thailand juga memiliki sistem penanggalan sendiri, berbeda dengan penanggalan Masehi. Dalam sistem penanggalan tersebut, masyarakat Thailand meyakini, tahun baru tradisional mereka jatuh pada bulan April.

Memasuki tahun baru, masyarakat Thailand menggelar festival Songkran selama tiga hari. Dalam festival ini, masyarakat akan saling mencipratkan, menyemprot, dan menyiram air kepada siapapun yang ditemui di jalan.

Memakan donat isi (Jerman)

Krapfen, Kreppel, Krebbel, Berliner atau donat isi merupakan makanan penting untuk perayaan pergantian tahun di Jerman. Biasanya, donat isi selai buah atau cokelat dengan taburan gula.

Melempar sofa ke luar jendela (Afrika Selatan)

Melempar sofa bekas yang sudah tidak terpakai dari jendela rumah atau apartemen merupakan tradisi unik kala tahun baru di Afrika Selatan yang sudah dilakukan selama puluhan tahun. Tradisi ini diyakini sebagai simbol untuk melempar masalah di masa lalu dan memulai sesuatu yang baru.

Menggantung bawang di pintu rumah (Yunani)

Tahun baru atau Protochronia menjadi momen bagi orang Yunani untuk menggantung bawang di pintu rumah. Tradisi ini menandakan kelahiran dan pertumbuhan kembali. Tradisi tak biasa ini menggunakan bawang laut yang bisa tumbuh kembali dengan mengeluarkan tunas dan daun baru. Dengan menggantungkan bawang di pintu, orang Yunani yakin bisa mendatangkan keberuntungan di tahun baru.

Berlari membawa koper kosong (Ekuador)

Pemandangan orang-orang berlari keliling blok perumahan dengan membawa koper kosong menjadi hal biasa saat merayakan tahun baru di Ekuador. Tradisi “maleta vacia” yang dianggap aneh ini diyakini bisa membuat orang mendapatkan liburan yang lebih panjang di tahun yang baru.

Selain itu, masyarakat Ekuador juga memiliki tradisi unik saat tahun baru, yakni “Champana”. Tradisi menuangkan sampanye ke seluruh badan pada malam tahun baru ini sebagai lambang kemakmuran.

Menyelam di danau beku (Siberia)

Siberia memiliki tradisi unik saat tahun baru, yakni menyelam di danau Baikal yang beku, lalu menanam sebuah pohon di dasar danau. Pohon Tahun Baru itu sebagai simbol memulai sesuatu yang baru. Satu hal yang patut diingat, tradisi ini hanya terbuka untuk para penyelam profesional.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*