PADANG, KalderaNews.com – Keelokan arsitektur Masjid Raya Sumatera Barat yang memadukan nuansa modern dan tradisional sangat memikat mata. Masjid yang dibangun di atas lahan seluas 40 ribu meter persegi ini konstruksinya terdiri dari tiga lantai.
Ruang utama yang dipergunakan sebagai ruang shalat terletak di lantai atas didesain ruang multi fungsi. Masjid dengan yang diarstiteki Rizal Muslimin ini menampilkan arsitektur modern yang tak identik dengan kubah.
BACA JUGA:
- Bosan di Rumah? Ikut Tur Virtual Lewat 5 Situs Ini
- Sensasi 45 Menit Jalan Cepat Menapaki Jalur Pedestrian Kebun Raya Bogor di Pagi Hari
- Serunya Bercengkerama di Pelataran Jam Gadang
Atap bangunan yang terdiri dari empat sudut, konon terinpirasi dari bentuk bentangan kain yang digunakan untuk mengusung batu Hajar Aswad kala empat kabilah Quraisy berselisih siapa yang berhak memindahkan batu hitam tersebut.
Bentuk sudutnya lancip sekaligus mewakili atap bergonjong pada rumah adat Minangkabau rumah gadang. Ini memperlihatkan integrasi nilai islam dalam tradisi masyarakat minang yang memiliki pepatah adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah.
Sentuhan arsitektur modern dapat kita temukan saat memasuki ruang utama masjid. Langit-langit ruangan yang dibuat cukup tinggi sehingga memberikan kesan ruangan lega serta membuat sirkulasi udara mengalir dengan baik, semakin menarik dengan ukiran asmaul husna. Pencahayaan di dalam masjid ini juga amat baik, sehingga memberikan kenyamanan bagi para jemaah saat beribadah.

Masjid yang terletak di jalan Chatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang ini peletakan batu pertamanya dilakukan pada 21 Desember 2007. Pembangunannya tuntas pada 4 Januari 2019 dengan total biaya sekitar Rp.325-330 miliar.
* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu


Leave a Reply