Empat Dewa Ini Simbol Keberuntungan Tiongkok Kuno




Empat Dewa Simbol Keberuntungan Tiongkok
Empat Dewa Simbol Keberuntungan Tiongkok (KalderaNews/Arli Cia)

JAKARTA, KalderaNews.com – Tiongkok kuno memiliki keyakinan bahwa qilin, phoenix, kura-kura dan naga adalah binatang yang memiliki sifat dewa. Mereka pun menyebut empat dewa ini sebagai simbol keberuntungan.

Menariknya kecuali kura-kura, sebenarnya jenis binatang lainnya itu ada dalam legenda yang secara riil tidak ada. Jadi ketiga binantang tersebut yakni qilin, phoenix, dan naga merupakan hasil atai ciptaan dari imajinasi.

BACA JUGA:

Berikut ini penjelasan masing-masing binatang yang dikatakan sebagai empat dewa simbol keberutungan tersebut seperti dikutip dari situs belajartionghoa.com

1). Qilin (kirin)

Binatang ini bertubuh rusa yang diselubungi oleh zirah. Kepalanya tumbuh tanduk panjang dan di atas tanduknya ada gumpalan daging. Kakinya seperti kaki kuda, ekornya seperti ekor sapi. Qilin dianggap sebagai makhluk yang memiliki sifat moral baik. Raja-raja selalu menganggapnya sebagai lambang kedamaian dan kemakmuran. Di istana dan taman Yihe di Beijing, qilin selalu dapat dijumpai. Ia ada di ukiran tembaga, juga di ukiran batu.

Di kalangan rakyat, qilin juga sangat penting. Waktu perayaan tahun baru, daerah Jiangnan sering kali membawa qilin dari kertas, beratraksi di depan pintu rumah-rumah, menyampaikan ucapan selamat.

Selain itu, di Tiongkok masih ada legenda “qilin mengirim anak”. Rakyat menganggap qilin sebagai simbol anak yang menjanjikan, di lain pihak juga mengekspresikan harapan dan doa agar anak laki-laki segera lahir, dan keluarga berjaya.

2). Naga

Naga dianggap sebagai binatang paling agung di Tiongkok, juga lambang keberuntungan paling agung. Orang sangat akrab dengan citra naga, namun tidak seorang pun pernah bertemu dengan naga. Naga dan phoenix, juga qilin, adalah binatang hasil imajinasi manusia.

Naga memiliki kepala sapi, tanduk rusa, mata udang, cakar rajawali, badan ular, ekor singa, di seluruh tubuhnya juga dipenuhi oleh sisik zirah, merupakan hasil gabungan dari beberapa binatang. Di dalam bayangan manusia, naga dapat berjalan di darat, dapat berenang di air, juga dapat terbang, memiliki kesaktian yang sangat tinggi.

Ribuan tahun, dinasti feudal selalu menganggap naga sebagai lambang kekuasaan dan martabat. Masyarakat biasa juga menganggapnya sebagai lambang moral yang baik serta kekuatan. Maka di Tiongkok di mana-mana kita dapat menemukan gambar naga.

Di istana, kuil, perabotan istana, semuanya terukir naga. Masyarakat di dalam memperingati hari tertentu, juga menempelkan gambar naga, menari lampion naga, berlomba perahu naga; memberi nama anak juga banyak menggunakan huruf naga. Naga adalah binatang keberuntungan paling agung di antara “empat dewa”, ia telah menjadi lambang dari orang Tionghoa. Orang Tionghoa di seluruh dunia menganggap diri sebagai “keturunan naga”.

3). Phoenix

Phoenix memiliki jambul yang indah, tubuhnya berwarna-warni. Ia adalah gabungan dari berbagai karakteristik burung. Phoenix di dalam legenda Tiongkok dianggap sebagai “raja para burung”, melambangkan keberuntungan, kedamaian serta kebersihan pemerintahan. Phoenix dan naga memiliki kesamaan, dianggap oleh raja-raja sebagai simbol kekuasaan dan martabat. Mahkota phoenix, kereta phoenix dan lain-lain adalah contoh benda yang berhubungan dengan phoenix.

Benda-benda itu hanya boleh dipergunakan oleh keluarga kerajaan dan orang-orang suci. Namun belakangan, phoenix juga menjadi binatang keberuntungan di kalangan rakyat. Terlebih di dalam pernikahan tradisional Tiongkok, phoenix menjadi hiasan pada pakaian dan kepala mempelai wanita, melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan.

Di dalam desain tradisional, phoenix juga digunakan secara luas, melambangkan kemakmuran dan kedamaian. Phoenix juga sering kali digabungkan dengan binatang simbol keberuntungan lainnya, misalkan “phoenix dan naga”, “phoenix dan qilin”, dan sebagainya.

4). Kura-kura

Kura-kura di dalam empat dewa ini adalah satu-satunya binatang yang benar-benar ada. Kura-kura merupakan binatang yang berumur paling panjang. Masyarakat tidak hanya menganggap kura-kura sebagai lambang kesehatan dan umur panjang, kura-kura juga dianggap memiliki kemampuan meramal masa depan.

Di zaman kuno, sebelum menyelenggarakan sebuah acara, ahli-ahli nujum harus membakar tempurung kura-kura, lalu berdasarkan pola di atas tempurung itu melakukan peramalan. Sehingga rakyat menyebut kura-kura sebagai “dewa kura-kura”.

Dewa kura-kura pernah menerima penghormatan yang sangat besar di dalam sejarah Tiongkok. Di dalam istana raja, kediaman raja, semuanya memiliki ukiran kura-kura pada batu atau tembaga sebagai lambang kemakmuran dan kelanggengan negara.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*