Cathleen Mulan Tyas Ho: Masih Usia SD Sudah Jadi Guru Daring Profesional




Cathleen Mulan Tyas Ho, salah satu murid SD Santa Ursula Jakarta, dengan piagam penghargaan MURI sebagai "Pelatihan Menggambar Edukatif Secara Daring oleh Pelatih Termuda"
Cathleen Mulan Tyas Ho, salah satu murid SD Santa Ursula Jakarta, dengan piagam penghargaan MURI sebagai "Pelatihan Menggambar Edukatif Secara Daring oleh Pelatih Termuda" (KalderaNews/Dok. Ursula)

JAKARTA, KalderaNews.com – Usia bukan penghalang bagi seseorang untuk mengajar. Cathleen Mulan Tyas Ho, salah satu murid SD Santa Ursula Jakarta, menjadi guru menggambar di usia belia. Tak mengherankan, ia pun diganjar penghargaan MURI sebagai “Pelatihan Menggambar Edukatif Secara Daring oleh Pelatih Termuda” pada 16 Januari 2021 lalu.

Mulan, begitu sapaan akrabnya, biasa mengisi waktu kosong saat liburan dengan menggambar. Ia mengaku kelas menggambar yang dirintisnya berawal dari kebiasaan menemani adiknya, Anja untuk ikut kelas menggambar online. Saat itulah muncul dalam benak pikirannya kalau ia sebenarnya juga bisa mengajar menggambar.

Putri dari pasangan Stefanus Honorus dan Susana Rosalia Nyantyasningsih ini pun merintis “Mulan’s Art Class” di masa pandemi Covid-19 pada 11 Juli 2020. Awalnya hanya 7 anak, namun saat ini tiap kelasnya sudah diikuti 80-an anak.

BACA JUGA:

Mulan’s Art Class diadakan tiap Sabtu yang terdiri atas dua sesi. Sesi 1 jam 11.00-12.00 WIB dan sesi 2 jam 13.30-14.30 WIB melalui media virtual Zoom Meeting. Kelas diisi dengan memutarkan video edukasi tentang apa yang akan digambar, mengajar gambar dan foto bersama.

Alat-alat mengajar Mulan sendiri dipinjam dari ayahnya, sedangkan ibunya juga turut berperan mempromosi kelas menggambar melalui jejaring sosial tersebut.

“Kadang kalau papa ga ngajar, papa jadi co-host bantu Mulan kalau ada anak yang bertanya. Jose adik Mulan juga bantu sekaligus jadi pesert gambar,” aku Mulan seperti dikutip dari situs resmi Ursula Jakarta.

Sejauh ini, orangtuanya selalu memberikan dukungan dengan syarat Mulan profesional dan konsisten.

“Menjadi guru memberi kesenangan juga untuk Mulan. Senang karna adik-adik peserta happy dengan hasil gambarnya dan puas waktu ada anak yang bilang ‘Aku ternyata bisa gambar ya’ meski awalya ada yang ga percaya diri dan nangis,” aku Mulan yang memiliki cita-cita sebagai dokter mata dan sekarang ini menikmati waktunya untuk mengajar menggambar di masa pandemi Covid-19.

Menjadi guru juga mengajarkan Mulan bagaimana harus sabar dan bisa menyemangati murid-muridnya. Kepribadian yang berbeda-beda menjadi tantangan bagi Mulan, tidak hanya itu, mengajar berarti juga harus mempersiapkan materi, peralatan, simulasi, dan sertifikat untuk tiap-tiap peserta.

“Dari situ Mulan lebih harus belajar manage waktu antara waktu belajar sekolah dan juga waktu untuk persiapan mengajar, meski awalnya sulit, namun sekarang sudah terbiasa,” tandasnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*