Bahasa Indonesia Kian Diminati Penutur Asing, Kemendikbud Buka Kelas Virtual




KBRI Washington DC membuka kelas virtual bahasa Indonesia. (KalderaNews.com/Dok.KBRI Washington)
KBRI Washington DC membuka kelas virtual bahasa Indonesia. (KalderaNews.com/Dok.KBRI Washington)

JAKARTA, KalderaNews.com – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui KBRI Washington DC membuka kelas virtual bahasa Indonesia.

Kelas Virtual Bahasa Indonesia tahun 2021 yang ditawarkan KBRI Indonesia di Washington DC diminati 291 peserta. Kelas akan berlangsung selama tiga bulan dari 14 April 2021 sampai 16 Juli 2021.

BACA JUGA:

Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi antusiasme masyarakat dunia yang kian meningkat untuk mendalami bahasa Indonesia. Sebelumnya, Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) telah dilaksanakan di Indonesia dan berbagai negara.

Pembukaan kelas bahasa Indonesia secara virtual itu dibuka oleh Charge d’ Affaires Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat di Washington DC, Iwan Freddy Hari Susanto. Hadir pula Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, E. Aminudin Aziz, dan Direktur AMINEF’s Fulbright of Indonesia, Alan Feinstein.

“Kami dengan bangga menyampaikan bahwa peserta kelas bahasa Indonesia di Amerika terus meningkat. Tahun ini, peserta berjumlah 291 orang. Menurut beberapa survei, orang Amerika yang mempelajari bahasa dan budaya Indonesia memiliki pemahaman, rasa hormat, dan kepercayaan yang lebih baik terhadap Indonesia dan orang Indonesia. Kami berharap program ini bisa membawa energi positif dan optimisme untuk orang Amerika,” ujar Iwan.

Sementara, Dirjen Hilmar menyambut baik program kelas virtual ini. Hilmar juga menyebut adanya program virtual belajar Sinden Langgam Jawa dan Tari Jaipong.

“Ini semua memperlihatkan bahwa kebudayaan merupakan sarana komunikasi yang efektif dan merupakan jembatan hubungan antarbangsa,” ujar Hilmar.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, E. Aminudin Aziz menyampaikan bahwa sebelumnya Kemendikbud hanya memiliki program Darmasiswa. “Tetapi kini Kemendikbud melalui Badan Bahasa memiliki dua program beasiswa untuk siapa pun yang berminat mempelajari bahasa Indonesia, yaitu BIPA Scholarship dan BIPA Teaching Fellowship,” jelas Aminudin.

BIPA Scholarship diperuntukkan pemelajar bahasa Indonesia di Indonesia selama satu tahun, sedangkan BIPA Teaching Fellowship diperuntukkan bagi siapa pun yang ingin menjadi pengajar bahasa Indonesia di negaranya selama satu tahun enam bulan.

“Satu tahun untuk meningkatkan kompetensi bahasa Indonesia dan enam bulan untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang pengajaran,” imbuh Aminudin.

“Selama pandemi, kami memang tidak bisa mengirim pengajar ke negara tujuan. Maka, Badan Bahasa memutuskan untuk menjalankan program pengajaran jarak jauh secara daring. Saat ini program tersebut telah berjalan di lebih dari 30 negara di seluruh dunia,” jelas Aminudin.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*