Ini Alasan Netizen Soroti Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Profil Mufli Budi Ananda yang menjadi Komisaris PT Krakatau Posco tengah menjadi sorotan. (KalderaNews/Ist)
Profil Mufli Budi Ananda yang menjadi Komisaris PT Krakatau Posco tengah menjadi sorotan. (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Netizen pertanyakan Mufli Budi Ananda, asisten Raffi Ahmad yang jadi Komisaris Krakatau Posco. Ini alasan netizen meradang di medsos.

JAKARTA, KalderaNews.com – Media sosial kembali dihebohkan oleh isu pengangkatan posisi komisaris di perusahaan strategis. Setelah ramai pembahasan mengenai deretan mantan tim sukses (timses) yang mendapat jabatan, kini perhatian publik beralih pada sosok Mufli Budi Ananda.

Nama Mufli menjadi buah bibir usai tercantum sebagai Commissioner (Komisaris) di laman resmi Krakatau Posco.

BACA JUGA:

Hal ini yang memicu kegaduhan adalah latar belakang Mufli yang selama ini lebih dikenal oleh publik sebagai bagian dari lingkaran terdekat sekaligus asisten dari selebriti ternama, Raffi Ahmad.

Berawal dari Unggahan yang Viral

Isu ini mencuat ke permukaan setelah sebuah unggahan akun Threads @byvianz juga viral dan disaksikan ratusan kali di media sosial. Akun tersebut mempertanyakan kredibilitas dan latar belakang penunjukan tersebut.

“Di tengah rame soal komisaris mantan timses, ada nama lain yang lebih bikin publik bertanya-tanya: Mufli Budi Ananda. Di website Krakatau Posco, namanya tercantum sebagai Commissioner. Yang bikin menarik: di pemberitaan publik, ia lebih dikenal sebagai bagian dari lingkaran/asisten Raffi Ahmad,” tulis akun @byvianz.

Ini Alasan Netizen Meradang di Kolom Komentar

Sontak, unggahan tersebut langsung diserbu oleh netizen. Sebagian besar komentar mengekspresikan rasa heran terhadap sistem penunjukan jabatan yang dinilai lebih mementingkan faktor loyalitas ketimbang meritokrasi atau rekam jejak profesional di bidang industri berat.

Berikut beberapa alasan dan komentar asli dari netizen terkait fenomena ini:

1. Sindiran terhadap Instan-nya Jenjang Karier

Banyak netizen yang merasa ada ketimpangan sosial yang luar biasa dalam dunia profesional saat ini.

  • @datengtelatpulangtenggo: “orang kok jenjang karirnya mantep bgt sih. kmrn tukang martabak jd wapres”
  • @hanifhwp: “Duuuh sedapnya naik jabatannya langsung jadi komisaris. Cm nyantumin nama atau apayaaa🤔”

2. Kekecewaan pada Sistem “Rezim Loyalitas”

Netizen menyoroti bahwa fenomena “bagi-bagi kue jabatan” ini merugikan masyarakat luas secara makro.

  • @rhonaz.neurosurgs: “Rezim Loyalitas”
  • @annggrn: “Ini mah pendukung2nya tutup mata sih. Mending yee klo yg kena dampaknya, misal kenaikan BBM aja dh… Ini mah seluruh masyarakat Indonesia yg kena dampaknya. Kita yg kena akibatnya, pdhl mereka sebabnya.”

3. Kecurigaan “Pinjam Nama” dan Nominal Gaji Fantastis

Spekulasi mengenai tugas asli hingga besaran gaji seorang komisaris juga tak luput dari pembahasan netizen.

  • @scarletcakez: “Pinjem nama doang itu kali, kaya pajak kendaraan.”
  • @dwsnta: “Minimal gajinya 3digit ituuuu”
  • @detektifflamboyan: “Bentar lagi ncus rini gantiin nanik”

Dampak Sentimen Publik

Komentar-komentar kasar dan bernada sarkastik seperti dari akun @spielennicht (“THIS LOW? NAJIS BGT”) hingga @_babamusa (“Negara lu buat mainan Bosss boss”) menunjukkan betapa tingginya tingkat ketidakpuasan publik saat ini terhadap transparansi tata kelola perusahaan yang melibatkan figur publik.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Krakatau Posco maupun Mufli Budi Ananda terkait gelombang kritik dan alasan di balik penunjukan posisi strategis tersebut.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*