Viral! Disdik Batu Lupa Upload Berkas OSN, Netizen Ngamuk dan Klarifikasi

Peserta OSN-K 2026
Peserta OSN-K 2026 (KalderaNews/Dok. Puspresnas)
Sharing for Empowerment

Unggahan akun Threads @indah_sulistiyowati23 viral usai ungkap alasan tak ada siswa SD dari Kota Batu yang lolos OSN Provinsi.

BATU, KalderaNews.com – Jagat maya tengah dihebohkan oleh kabar miring yang menimpa Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu.

Sebuah unggahan di platform Threads mendadak viral setelah membongkar alasan mengejutkan di balik tidak adanya satu pun perwakilan siswa Sekolah Dasar (SD) dari Kota Batu yang lolos ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi.

Kabar ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Threads @indah_sulistiyowati23. Dalam unggahannya, ia menyoroti kekecewaan mendalam dari para orang tua murid yang mendapati kenyataan pahit bahwa perjuangan anak-anak mereka harus terhenti bukan karena kalah berkompetisi, melainkan karena kelalaian administratif.

BACA JUGA:

“Tadi saya sempat membaca di thread tentang hasil OSN anaknya Dari sebuah SD di Kota Batu, dia heran kenapa tidak ada satupun nama Dari Kota Batu yang lolos ke Provinsi. Ternyata ini jawabannya. Jahat banget sih mengubur mimpi anak2 yang sudah belajar keras, belum lagi ortu yang keluar biaya untuk bimbel. Eh justru Dinas Pendidikannya yang lupa upload berkasnya,” tulis akun @indah_sulistiyowati23.

Tidak hanya masalah berkas yang lupa diunggah, akun tersebut juga menambahkan adanya dugaan penolakan proses simulasi sebelum kompetisi dimulai.

“Ada yang bilang Dinas menolak gladi bersih, bahkan sekolah dilarang mengadakan gladi bersih sendiri. Akibatnya begini ini,” lanjutnya.

Reaksi dan Komentar Asli Netizen: “Dzalim Se-dzalimnya!”

Sontak, unggahan tersebut memancing amarah sekaligus rasa iba dari netizen. Banyak yang menyayangkan bagaimana kelalaian struktural bisa mematahkan semangat belajar anak-anak yang telah mempersiapkan diri lewat bimbingan belajar (bimbel) intensif.

Berikut adalah beberapa komentar asli netizen yang mengecam keras insiden tersebut:

  • @ininitaa: “Kurang ajar! Dzalim se dzalimnyaaa Ya Allaah”
  • @araaudrey1: “Kadisdik e sek sibuk nyalon dadi pejabat Sekda Batu.” (Kadisdiknya masih sibuk mencalonkan diri jadi pejabat Sekda Batu).
  • @maulikasuryani: “Ha? Qo bisa? Itu semua warga struktural dinas pada ngapain? Masalah jaringan? G mgkin sekelas kota batu gitu.”
  • @eldicristiana: “Sedih bgt matajin semangat nih yg begini…”
  • @vandavd: “Lho jahat banget😭”
  • @aiusudar: “Astagfirullah… kok bisa lupa..”

Beberapa netizen lain seperti @shoufienuraini, @dewianjars, dan @nonimortuary juga mengekspresikan rasa syok dan kesedihan mendalam mereka melalui komentar singkat bernada tidak percaya atas kelalaian fatal ini.

Bahkan, akun @riski.kurniawan07 ikut bernostalgia pahit dengan berkomentar, “Gw di thn 2011”, mengisyaratkan bahwa kejadian serupa mungkin pernah terjadi di masa lalu.

Disdik Kota Batu Didesak Klarifikasi

  • @13udis: Dinas pendidikan nya harusnya di tuntut di pengadilan , supaya ada tanggung jawab nya, ini masalah masa depan anak anak
  • @muyasaroh_ulfah: “Kota batu malang KH Bun?? Koq bisa ya bukan daerah terpencil”
  • @rizkihardhita: “Semoga ada titik terang dan bisa update, kasihan anak-anak.”
  • @nikeningtiyas: “Kayaknya kota batu dari dulu begini… selalu katanya lupaa tapi sebenarnya lalai.. selalu ketinggalan berita pusat bahkan provinsi .. gatau lah kapan majunya dinas pendidikan ini..
    dari duluuuu… Lomba lomba yg mewakili kota batu aja jarang dibiayai apa lagi gini. Parah banget..”
  • @itgood31: “Karena belum ada pernyataan resmi terkait kenapa siswa kota batu tidak ada datanya. Kita belum bisa menyimpulkan penyebabnya atau masalah sebenarnya seperti apa. Ditunggu saja sy yakin habis ini akan dirilis perwakilan dari kota batu.”
  • @chandraningsepti: “Anak saya ikut OSN juga dari MTSN, begitu baca berita tadi langsung nangis magep2… Semoga segera ada tindaklanjutnya”

Dampak Psikologis bagi Siswa dan Orang Tua

Hingga berita ini diturunkan, dugaan kelalaian administratif terkait pengunggahan berkas OSN SD tingkat Kota Batu ini masih menjadi perbincangan hangat dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak Dinas Pendidikan Kota Batu.

Kasus ini menjadi sorotan tajam karena dinilai merugikan investasi waktu, biaya, dan mental yang telah dikeluarkan oleh pihak sekolah, orang tua, dan terutama para siswa yang memimpikan prestasi di ajang nasional tersebut.

Bantahan Disdik Batu

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, membantah keras narasi viral di media sosial yang menyebut pihaknya lalai mengunggah berkas administrasi peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Alfi menegaskan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan, mengingat hingga saat ini tidak ada bukti atau dokumen resmi yang mendukung tudingan dari netizen tersebut.

Senada dengan Kepala Dinas, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Batu, Cahyawisesa Sri Rama Atmaja (Sesa), menjelaskan bahwa seluruh persyaratan administrasi sebenarnya telah dipenuhi sesuai prosedur.

Pihak dinas sempat diminta melengkapi kekurangan dokumen oleh pusat, dan kewajiban tersebut langsung diselesaikan serta dikonfirmasikan kepada admin pusat.

Dinas Pendidikan Kota Batu justru sudah bergerak aktif mempertanyakan hasil seleksi yang kosong sejak Jumat (26/6/2026), bahkan sebelum unggahan di akun Threads tersebut viral.

Saat ini, Dinas Pendidikan Kota Batu masih terus bersiaga dan berkoordinasi intensif dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mencari tahu penyebab pasti tidak munculnya nama siswa mereka.

Sesa mengungkapkan bahwa masalah ini ternyata tidak hanya menimpa Kota Batu, melainkan ada sekitar 12 kabupaten/kota lain yang mengalami kondisi serupa dan kini tengah dibantu didorong oleh pihak operator provinsi untuk mendapatkan penjelasan resmi dari pusat.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*