Heboh Guru Lumpuh Usai Vaksinasi Covid-19, Yuk Kenali Apa Itu KIPI




Ilustrasi: Rencana, vaksinasi Covid-19 untuk tenaga pendidik mulai 24 Februari 2021. (KalderaNews.com/Ist.)
Ilustrasi: Rencana, vaksinasi Covid-19 untuk tenaga pendidik mulai 24 Februari 2021. (KalderaNews.com/Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Berita tentang seorang guru honorer dari Sukabumi yang lumpuh setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19 cukup membuat warga terkejut. Guru lumpuh setelah mendapat vaksinasi Covid-19 itu bernama Susan Antela (31), berasal dari Dusun Pasir Talaga, Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Sukabumi. Susan bersama sejumlah guru lainnya mendapatkan vaksin dosis kedua.

Kejadian yang menimpa bu guru Susan cukup membuat heboh warga setempat meskipun sudah dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin bandung.

BACA JUGA:

Vaksinasi Covid-19 memang diberikan kepada guru, sebab guru merupakan profesi yang akan segera berhadapan dengan banyak pelajar dalam pembelajaran tatap muka. Agar tidak terseret dalam kepanikan media, kita perlu mengetahui KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Semua kejadian atau reaksi medis yang terjadi setelah pasien menerima vaksin akan mendapat perhatian dari tenaga medis yang bertugas.

Untuk vaksinasi Covid-19 atau lainnya, penerima vaksin memang diminta untuk menunggu setidaknya 30 menit. Hal ini untuk memantau adanya kejadian yang menyertai imunisasi. Sebenarnya KIPI tidak hanya untuk vaksin Covid-19, semua imunisasi juga memerlukan pemantauan.

Secara umum, KIPI terdiri dari tiga jenis reaksi yakni:

Reaksi lokal

Reaksi lokal adalah reaksi yang terjadi di area penyuntikan. Reaksi lokal yang dapat terjadi pada penerima vaksin adalah nyeri, bengkak, gatal, rasa pegal, dan kemerahan. Reaksi lokal yang paling parah adalah selulitis.

Reaksi sistemik

Reaksi sistemik merupakan reaksi yang terjadi dalam sistem tubuh. Reaksi sistemik ini dapat berupa demam, pusing, mual, muntah, diare, perubahan nafsu makan, lemas, mengantuk, nyeri otot seluruh tubuh atau myalgia, nyeri sendi atau arthralgia, dan sakit kepala.

Reaksi lain  

Selain reaksi lokal dan sistemik, terdapat reaksi lain yang mungkin dapat muncul yakni alergi. Kondisi yang muncul adalah biduran atau urtikaria dan anafilaksis (alergi parah hingga sesak napas) hingga pingsan.

Reaksi yang paling sering terjadi adalah reaksi lokal dan sistemik. Namun, kedua reaksi ini tidak perlu dikhawatirkan karena umum terjadi dan mudah hilang. Reaksi tersebut tidak hanya terjadi pada vaksin Covid-19. Semua jenis imunisasi mempunyai risiko reaksi pada setiap tubuh.

Reaksi akibat KIPI ini bisa saja terjadi berbeda pada setiap orang. Satu reaksi yang terjadi pada satu orang atau kelompok bukan sebuah patokan. Jadi, jangan panik lagi ya!

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan share pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*