Keindahan dan Pesona Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang pada Siang dan Malam Hari

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru
MASJID DARI MENARA: Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru (KalderaNews/JS de Britto)

SEMARANG, KalderaNews.com – Ketika sedang berkunjung ke Semarang, tak ada salahnya meluangkan waktu untuk mengunjungi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ini. Masjid yang dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi ini menawarkan keteduhan batin dengan pilar-pilar kekokohannya.

Bangunan utama masjid yang diarsiteki oleh Ir. H. Ahmad Fanani dari PT. Atelier Enam Jakarta yang memenangkan sayembara desain MAJT tahun 2001 ini beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru atapnya.

Gaya Romawi masjid ini terlihat dari bangunan 25 pilar yang terletak di pelataran. Pilar-pilar bergaya koloseum Athena di Romawi tersebut dihiasi seni kaligrafi indah, menyimbolkan 25 Nabi dan Rosul, di gerbang ditulis dua kalimat syahadat, pada bidang datar tertulis huruf Arab Melayu “Sucining Guno Gapuraning Gusti“.

BACA JUGA:

Fasilitas Lengkap

Daya tarik lain dari masjid ini adalah Menara Al Husna atau Al Husna Tower yang tingginya mencapi 99 meter. Menariknya, di bagian dasar dari menara ini terdapat Studio Radio Dais (Dakwah Islam) dan pemancar TVKU.

Sementara itu, lantai 2 dan lantai 3 digunakan sebagai Museum Kebudayaan Islam serta di lantai 18 terdapat Kafe Muslim yang dapat berputar 360 derajat. Lantai 19 untuk menara pandang, dilengkapi 5 teropong yang bisa melihat kota Semarang.

Area serambi Masjid Agung Jawa Tengah dilengkapi 6 payung raksasa otomatis seperti yang ada di Masjid Nabawi dengan ketinggian masing masing payung elektrik adalah 20 meter dengan diameter 14 meter.

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru
Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru atapnya (KalderaNews/JS de Britto)
Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru
MALAM HARI: Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru (KalderaNews/JS de Britto)
Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru
Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru atapnya (KalderaNews/JS de Britto)
Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru
MALAM HARI: Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru (KalderaNews/JS de Britto)

Payung elektrik ini hanya dibuka saat salat Jumat, Idul Fitri dan Idul Adha dengan catatan kondisi angin tidak melebihi 200 knot, namun jika pengunjung ada yang ingin melihat proses mengembangnya payung tersebut bisa menghubungi pengurus masjid.

MAJT memiliki koleksi Al Quran raksasa berukuran 145 x 95 cm² yang ditulis tangan oleh Drs. Khyatudin, dari Pondok Pesantren Al-Asyariyyah, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo. Lokasinya berada di dalam ruang utama tempat salat.

Ada pula Bedug raksasa berukuran panjang 310 cm, diameter 220 cm. Merupakan replika bedug Pendowo Purworejo. Dibuat oleh para santri pondok pesantren Alfalah, Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, asuhan KH Ahmad Sobri, menggunakan kulit lembu Australia.

Berawal dari Masjid Besar Kauman Semarang

Keberadaan bangunan masjid ini tak lepas dari Masjid Besar Kauman Semarang. Pembangunan MAJT berawal dari kembalinya tanah banda (harta) wakaf milik Masjid Besar Kauman Semarang yang telah sekian lama tak tentu rimbanya.

Raibnya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang berawal dari proses tukar guling tanah wakaf Masjid Kauman seluas 119.127 ha yang dikelola oleh BKM (Badan Kesejahteraan Masjid) bentukan Bidang Urusan Agama Depag Jawa Tengah.

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru
Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru atapnya (KalderaNews/JS de Britto)
Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru
MALAM HARI: Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru (KalderaNews/JS de Britto)
Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru
Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru atapnya (KalderaNews/JS de Britto)
Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru
MALAM HARI: Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru (KalderaNews/JS de Britto)

Dengan alasan tanah itu tidak produktif, oleh BKM tanah itu di tukar guling dengan tanah seluas 250 ha di Demak lewat PT. Sambirejo. Kemudian berpindah tangan ke PT. Tensindo milik Tjipto Siswoyo.

Hasil perjuangan banyak pihak untuk mengembalikan banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang itu ahirnya berbuah manis setelah melalui perjuangan panjang. MAJT sendiri dibangun di atas salah satu petak tanah banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang yang telah kembali tersebut.

Obyek Wisata Religius

Masjid ini dibangun mulai pada Jumat, 6 September 2002 yang ditandai dengan pemasangan tiang pancang perdana yang dilakukan Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Said Agil Husen al-Munawar, KH. MA Sahal Mahfudz dan Gubernur Jawa Tengah, H. Mardiyanto.

Pemasangan tiang pancang pertama tersebut juga dihadiri oleh tujuh duta besar dari negara-negara sahabat, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Mesir, Palestina, dan Abu Dhabi. Ini menandakan bahwa dunia internasional pun mendukung dibangunnya Masjid Agung Jawa Tengah.

Selanjutnya, MAJT diresmikan pada 14 November 2006 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Masjid dengan luas areal tanah 10 Hektar dan luas bangunan induk untuk salat 7.669 meter persegi secara keseluruhan pembangunan Masjid ini menelan biaya sebesar Rp 198.692.340.000.

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru
PEMANDANGAN SEKITAR: Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru (KalderaNews/JS de Britto)
Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru
PENGUNJUNG: Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru (KalderaNews/JS de Britto)
Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru
PEMANDANGAN SEKITAR: Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang ini dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa, namun di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter, ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter di tiap penjuru (KalderaNews/JS de Britto)

Meskipun baru diresmikan pada tanggal 14 November 2006, namun masjid ini telah difungsikan untuk ibadah jauh sebelum tanggal tersebut. Masjid megah ini telah digunakan ibadah Salat Jumat untuk pertama kalinya pada tanggal 19 Maret 2004 dengan Khatib Drs. H. M. Chabib Thoha, MA, yang saat itu menjabat sebagai Kakanwil Depag Jawa Tengah.

Masjid Agung Jawa Tengah ini, selain disiapkan sebagai tempat ibadah, juga dipersiapkan sebagai objek wisata religius. Untuk menunjang tujuan tersebut, Masjid Agung ini dilengkapi dengan wisma penginapan dengan kapasitas 23 kamar berbagai kelas, sehingga para peziarah yang ingin bermalam bisa memanfaatkan fasilitas.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*