Inilah Manfaat Beasiswa Erasmus+ Menurut Duta Besar Uni Eropa, Tahun Depan Kamu Harus Ikut

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket di acara Erasmus Days 2019 "Today for Tomorrow" di Catur Dharma Hall, Menara Astra Jakarta, Sabtu, 12 Oktober 2019
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket di acara Erasmus Days 2019 "Today for Tomorrow" di Catur Dharma Hall, Menara Astra Jakarta, Sabtu, 12 Oktober 2019 (KalderaNews/JS de Britto)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Beasiswa Erasmus+ merupakan program 16 milyar EUR dari Uni Eropa untuk membiayai pendidikan, pelatihan, pemuda dan olah raga. Program ini dibentuk berdasarkan atas keberhasilan program Erasmus, yaitu program pertukaran pelajar dari Uni Eropa.

Sebanyak 139 penerima beasiswa Erasmus+ 2021 hari ini, Sabtu, 17 Juli 2021 dilepas secara virtual. Dalam sambutan pelepasan penerima beasiswa Erasmus+ ini Duta Besara Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket menyampaikan manfaat lain mendapatkan beasiswa Erasmus+.

BACA JUGA:

“Banyak manfaat yang akan didapatkan oleh penerima beasiswa Erasmus+ ini yakni menambah jejaring dan kesempatan belajar kebudayaan teman-teman dari negara lain yang berbeda serta belajar saling menghormati dan toleransi. Kedua hal ini merupakan bekal yang wajib dimiliki dalam situasi seperti ini,” demikian Vincent Piket memaparkan.

Tahun ini Indonesia termasuk 10 besar penerima beasiswa Erasmus+, yakni sebagai peringkat ke-9. Seperti yang disampaikan Vincent Piket, Nizam, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, sebagai perwakilan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi juga menyampaikan pesan yang senada tentang harapannya bagi program ini.

“Saya berharap kerja sama Indonesia dengan Inggris Raya dan Uni Eropa makin baik melalui program ini. Indonesia membuka kesempatan kolaborasi antara mahasiswa Uni Eropa dengan mahasiswa Indoensia dalam menyelenggarakan penelitian dengan isu terkini seperti masalah menjaga bumi misalnya.”

Pada akhir sambutannya, Nizam mengucapkan, “Selamat bagi semua mahasiswa yang akan berangkat, dan pulanglah dengan membawa persahabatan dan kolaborasi dengan rekan anda di eropa.”

Vincent Piket menambahkan bahwa mahasiswa yang berangkat ke Uni Eropa tidak harus membawa bukti hasil vaksin, karena menurutnya belum semua negara memberikan fasilitas vaksin. Namun, semua orang yang akan memasuki negara-negara Uni Eropa haruslah membawa bukti hasil tes Covid-19 negatif dan semua orang akan diberlakukan isolasi selama lima hari atau tergantung negara tujuan.

Berita yang menggembirakan lainnya adalah pada akhir bulan ini akan dilaunching platform tentang alumni Erasmus di Indonesia. Selama ini alumni Erasmus telah banyak mendukung dan membantu promosi kegiatan yang dilakukan.

Program Beasiswa Erasmus sendiri telah diselenggarakan selama empat dekade dan telah ada 3.3 juta pemimpin dan kaum intelektual yang mendapatkan manfaat dari program ini. Indonesia merupakan mitra utama dar program ini dan  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah menyiapkan program paralel dengan Erasmus+ atau program short scholarship.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*