Mengenal Lebih Jauh Dunia Desain Produk Lifestyle




Mahasiswa Universitas Paramadina
Mahasiswa Universitas Paramadina (KalderaNews/Dok. Humas Paramadina)

JAKARTA, KalderaNews.com – Anak muda selalu mempunyai ketertarikan dengan benda-benda unik dan menarik mata yang digunakan dalam kegiatan sehari-harinya. Setiap kali keluar dari rumah pasti melengkapi diri dengan barang keren dan sesuai selera masing-masing, seperti tas, kacamata, jam, sepatu bahkan hingga alat transportasi motor ataupun mobil.

Bagaimana barang-barang tersebut dihasilkan? Bagaimana proses dibalik kerja kreatif tersebut? Ada peran besar desainer dalam proses terwujudnya barang tersebut, desainer produk tepatnya.

Dibandingkan dengan desain komunikasi visual, desain fashion maupun desain interior yang telah lebih dulu dikenal publik maka Desain Produk ini baru mulai dikenal dan diminati belakangan ini.

BACA JUGA:

Desain produk ini mulai banyak disukai dan sangat cocok buat kalian yang tertarik dengan desain, senang menggambar, kreatif, gemar menciptakan benda pakai. Nah, untuk membekali diri kalian bisa mengambil jurusan Desain Produk Lifestyle di Universitas Paramadina.

Jurusan Desain Produk Lifestyle, Apa itu?

Tak perlu keahlian menggambar yang rumit untuk mengambil program studi Desain Produk Lifestyle ini. Cukup dengan kemampuan menggambar meskipun sedikit, sebagai modal kalian untuk mengambil mata kuliah seputar menggambar di awal dan pertengahan kuliah. Kalian akan dibekali dengan kemampuan menggambar dengan pensil, mewarnai kemudian dilanjutkan dengan menggambar digital dua dan tiga dimensi.

Jangan khawatir dengan keunikan bakat dan minat kalian yang akan diakomodasi sebagai keunikan yang khas dan menjadi kelebihan individu mahasiswa. Strategi tersebut didukung dengan penggunaan kelas kecil dan kelas studio.

Kreativitas akan diperkaya dengan mengenal lebih jauh keanekaragaman kekayaan alam dan budaya Indonesia. Eksplorasi ini akan menjadi bekal yang menginspirasi ketika mendesain sebuah produk dipadukan dengan trend-trend terbaru. Hal ini juga akan menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap Tanah Air.

Pemanfaatan teknologi tentu menjadi bagian dari proses pembelajaran dan menjadi bekal ketika terjun ke dunia profesional. Kompetensi yang aplikatif dicapai dengan pembelajaran yang didukung fasilitas workshop dan modeling, laboratorium komputer dan studio fotografi.

Mengembangkan diri saat berkuliah bukan hanya dari sisi akademis akan tetapi juga memupuk sisi potensi soft skill melalui kegiatan di luar kelas, aktivitas organisasi kemahasiswaan. Uniknya di Universitas Paramadina, kemampuan soft skill ini dicatat dalam point dual transcript.

Pentas seni para mahasiswa Universitas Paramadina
Pentas seni para mahasiswa Universitas Paramadina (KalderaNews/Dok. Humas Paramadina)

Bukan melulu soal desain yang akan didapatkan saat menempuh perkuliahan, akan tetapi juga kemampuan manajemen yang terkait dengan desain serta bekal entrepreneurship yang akan memperkaya kemampuan mahasiswa.

Kelas di program studi desain produk dikembangkan dengan pendekatan perkuliahan yang aktif dengan praktik langsung, menyenangkan akan tetapi mendapatkan bekal keilmuan secara menyeluruh. Ilmu yang dipelajari dan dipraktekkan secara langsung akan memudahkan mahasiswa memahami secara total. Kreativitas dan skill akan bertumbuh seiring dengan seringnya mengerjakan praktek dan tugas dengan bimbingan dosen yang berpengalaman.

Mata kuliah pilihan yang tersedia bisa dipilih menyesuaikan minat mahasiswa mulai dari otomotif, fesyen dan aksesoris, game enterprise, animasi, packaging design dan lain-lain. Perkembangan teknologi juga menuntut kolaborasi dengan program studi Teknik Informatika, sehingga mahasiswa juga memiliki wawasan yang cukup ketika membuat desain dan seiring dengan perkembangan teknologi.

Suasana kampus antar mahasiswa lintas angkatan maupun lintas jurusan membuat nyaman dalam beraktivitas di kampus. Dukungan alumni yang telah aktif di berbagai perusahaan, entreprenur designer maupun sebagai profesional telah membuka gerbang bagi lulusan untuk terjun ke dunia kerja. Tidak adanya praktik per-plonco-an merupakan nilai lebih ketika mahasiswa baru memulai kegiatan perkuliahan. Kegiatan orientasi mahasiswa baru merupakan kegiatan yang fun berisi games dan kelas dengan muatan pembekalan bagi mahasiswa ketika memasuki dunia perkuliahan.

Bukan hanya dengan kakak tingkat atau alumni, dengan dosen pun hubungan dosen dan mahasiswa sangat akrab. Bukti betapa akrabnya hubungan mahasiswa dan dosen, panggilan untuk dosen pun tidak kaku, mereka biasa di panggil “Mas” atau “Mbak”. Nah seru kan?

Kemana setelah lulus?

Desainer Profesional
Banyak alumni yang telah tumbuh menjadi desainer profesional. Desainer profesional biasanya juga sebagai konsultan ini dibutuhkan oleh perusahaan skala kecil, menengah atau besar. Perusahaan-perusahaan ini biasanya tidak memiliki in-house designer, nah desainer profesional memberikan layanan untuk jasa desain maupun konsultasinya.

Entrepreneur Designer
Bekal entrepreneurship diberikan melalui matakuliah kewirausahaan yang menjadi bekal para alumni menjadi Entrepreneur Designer. Banyak alumni Desain Produk Lifestyle yang mendesain produk, memasarkan sehingga produk karyanya diterima masyarakat luas. Bekal ilmu, kerja keras dan konsistensi menjadi bekal para entrepreneur muda ini untuk menumbuhkan bisnisnya.

In-house designer
Profesi ini menempatkan lulusan bekerja pada perusahaan-perusahaan sebagai desainer produk. Beberapa lulusan berkarya di perusahaan otomotif seperti misalnya Astra atau BMW. Tentu banyak sekali peluang perusahaan yang akan menerima mereka sebagai desainer seperti perusahaan keramik, furniture, otomotif, game kreatif dll.

Akademisi
Terjun ke dunia akademik juga menjanjikan sebagai dosen sekaligus peneliti sehingga dapat turut mengembangkan keilmuan terkait desain. Kebutuhan akan pengajar atau peneliti di bidang desain produk juga akan selalu bertumbuh, seiring dengan kebutuhan akan desainer produk itu sendiri. Jurusan desain produk semakin banyak dibuka oleh perguruan tinggi di semua wilayah.

Nah seru kan? Pasti tertarik dengan dunia desain produk. Tunggu apalagi, segera daftar di program studi Desain Produk Lifestle Universitas Paramadina.

Anak muda sejak dini sudah harus berkecimpung dengan pengembangan kreativitas, mengingat tantangan di masa depan yang semakin berat. Kita tidak bisa selamanya mengandalkan sumber daya alam yang semakin terbatas. Maka kreativitas menjadi semakin diperlukan baik ketika masuk ke dunia profesional atau ketika akan membuat suatu produk dan dikembangkan menjadi bisnis.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*