Pengukuhan Guru Besar Teologi USD, Teologi Sukacita di Masa Pandemi

Pengukuhan Guru Besar Universitas Sanata Dharma
Pengukuhan Guru Besar Universitas Sanata Dharma (KalderaNews.com/Ist.)

YOGYAKARTA, KalderaNews.com – Apakah mungkin meghadapi pandemi dengan sukacita dan bermartabat? Adakah efeknya pada peningkatan imunitas? Pertanyan ini dijawab oleh Prof Dr Emanuel Pranawa Dhatu Martasudjita saat menyampaikan pidato pengukuhan Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teologi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, 12 Agustus 2021.

Romo Martasudjita menyampaikan, setiap orang dapat menjalani masa pandemi dengan bersukacita dan bermartabat. Hal ini akan meningkatkan imunitas di masa pandemi ini. Bagaimana caranya? Untuk sampai pada sukacita, setiap orang dapat hidup dengan penuh syukur, hidup yang suka berbagi, serta hidup yang dinamis dan terbuka.

“Semua bisa dimulai dari diri kita sendiri yakni bila kita telah memiliki kemerdekaan hati yang tampak melalui suka cita hidup kita,” tutur Romo Martasudjita dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Sanata Dharma (USD) yang dijalankan dengan prokes di Ruang Drost, Lt 4 Gedung Utama, Kampus 3 USD Paingan, Yogyakarta.

BACA JUGA:

Romo Martasudjita membawakan Pidato “Sumbangan Teologi Sukacita dalam Mewujudkan Masyarakat yang Semakin Bermartabat”. Ia menyampaikan tiga tokoh teladan hidup yang hatinya telah merdeka dan menampakkan sukacita. Ketiga tokoh itu adalah Paus Fransiskus, Kardinal Joseph Bernardin, dan Gus Dur.

“Berteologi itu adalah hidup sehari-hari dengan segala suka duka hidup, tetapi yang direnungkan atau direfleksikan dari kacamata iman kita. Ketika pengalaman konkret direfleksikan dengan jujur dan dikomunikasikan diterangi dengan iman kita,” tegasnya.

Pengukuhan guru besar ini dihadiri oleh Rektor USD sekaligus Ketua Senat Yohanes Eka Priyatma MSc PhD dan anggota Senat USD. Pengukuhan ini juga dihadiri Kepala LLDIKTI V Didi Achjari SE MCom Akt dan Kardinal Ignatius Suharyo.

Romo Martasudjita adalah dosen Teologi Liturgi di USD. Ia menyelesaikan pendidikan doctoral bidang teologi di Leopold-Franzen-Universität, Innsbruck, Austria tahun 1995.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*