5 Langkah Mudah Mindful Parenting bagi Orang Tua di Masa Pandemi




Webinar Gebyar Santa Ursula bertajuk ““Guru vs Orang Tua: Anak Tanggung Jawab Siapa?” pada Sabtu, 4 September 2021
Peserta Webinar Gebyar Santa Ursula bertajuk ““Guru vs Orang Tua: Anak Tanggung Jawab Siapa?” pada Sabtu, 4 September 2021 (KalderaNews/JS de Britto)

BANDUNG, KalderaNews.com – Pandemi membuat banyak kegiatan harus dilakukan di rumah termasuk belajar dan mengajar. Orang tua yang harus bekerja di rumah dan anak yang juga sekolah dari rumah acap kali menimbulkan gesekan di antara keduanya.

Orang tua menganggap anaknya tidak kooperatif dan anak pun menilai orang tuanya menjadi galak saat pandemi. Untuk menjembatani kondisi ini diperlukan mindful parenting yang dapat dengan mudah dipraktikkan sehari-hari di rumah.

Menurut Melly Kiong, psikolog dan praktisi mindful parenting dalam webinar berjudul “Guru vs Orang Tua: Anak Tanggung Jawab Siapa?” pada Sabtu, 4 September 2021, sistem pendidikan yang mengharuskan banyak paper work bagi guru membuat guru tidak sanggup memikirkan tentang karakter.

BACA JUGA:

Guru lantas berharap anak yang dikirim ke sekolah merupakan anak yang telah terdidik dengan baik dari rumah. Sebaliknya, orang tua yang beranggapan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab penuh sekolah berharap sekolah dapat mendidik sekaligus memperbaiki karakter.

Melly pun berpendapat kalau pendidikan bagi seorang anak itu trisentra, yakni: orang tua sebagai pendidik pertama dan guru kedua, guru di sekolah sebagai guru pertama dan orang tua kedua, serta lingkungan masyarakat.

Tiga komponen pendidik ini memiliki porsi yang sama dalam menentukaan kesuksesan anak. Tiga komponen harus bekerja sama atau berkolaborasi dan tidak saling menyalahkan.

“Situasi pandemi ini merupakan kesempatan bagi orang tua dan guru untuk mengubah mindset, yakni kesempatan mengetahui kekurangan anak dan proses perkembangan yang mungkin sempat tidak terpantau (losing) saat orang tua harus bekerja di luar rumah,” imbuh Melly.

Selain itu, menurut Melly, ini merupakan kesempatan antara orang tua dan guru untuk dapat saling memahami.

Khusus bagi orangtua, jelasnta, terdapat lima langkah mudah yang mudah dipraktikkan terkait mindful parenting. Lima langkah mindful parenting tersebut adalah:

  1. Orang tua harus mendengarkan dengan penuh perhatian. Tidak perlu memotong cerita atau pendapat anak dengan perspektif orang tua
  2. Jangan menghakimi. Membiarkan anak menceritakan atau mengungkapkan pendapat dan perasaannya. Respon anak dengan cara menanyakan apakah solusi yang diinginkan anak saat menghadapi permasalahannya itu. Langkah ini akan membuat anak mampu mengeluarkan seluruh emosinya.
  3. Pengendalian emosi. Langkah ketiga ini dapat terjadi bila anak telah mampu mengidentifikasi perasaannya.
  4. Orang tua harus bersikap adil dengan apa yang dibutuhkan anak
  5. Membungkus komunikasi dengan anak dengan welas asih.

Lima langkah mindful parenting akan membawa orang tua mengalami perubahan cara pandang, bahwa nilai akademik tidak lebih penting dari nilai kejujuran dan karakter lainnya. Cara pandang ini harus sama-sama dipahami oleh orang tua dan guru.

Selanjutnya, kolaborasi antara orang tua dan guru, menurut Melly Kiong, harus meliputi tiga unsur yaitu: fun, learn, and contribution. Fun artinya anak harus berada dalam kondisi senang dan bahagia untuk dapat mempelajari sesuatu atau hal yang baru. Setelah anak dalam kondisi senang dan mempelajari sesuatu, apa kontribusi anak dan orang tua setelah mempelajari hal baru tersebut.

Webinar yang diselenggarakan oleh Santa Ursula Bandung ini merupakan rangkaian kegiatan Gebyar Santa Ursula yang berisi kegiatan webinar, lomba TB TK, cerdas cermat online untuk anak kelas 4, 5, dan 6, dan ditutup dengan Misa Syukur pasa 21 Oktober 2021.

Dalam webinar yang dihelat pada Sabtu, 4 September 2021, ini juga menghadirkan Praktisi Pendidikan dari Sekolah Eksperimental Mangunan Yogyakarta, Dr. Calorus Borromeus Mulyanto, S.S.

Kepala Dinas Pendidian Kota Bandung, Drs. Hikmat Ginanjar, M.Si, yang hadir dan membuka acara Gebyar Santa Ursula itu juga memberikan apresiasi terhadap acara yang melibatkan guru dan orang tua untuk kemajuan anak didik serta menyampaikan bahwa PTM di Kota Bandung akan dimulai pada pekan kedua September ini.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*