JAKARTA, KalderaNews.com – Kementerian Agama (Kemenag) kini getol menjadikan penguatan moderasi beragama sebagai salah satu program prioritasnya. Oleh sebab itu melalui Dirjen Bimas Katolik Kemenag Yohanes Bayu Samodro, Kemenag mengajak para tokoh agama Katolik, melalui para Uskup dalam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) untuk ikut berpartisipasi aktif dalam program ini.
Menurut Bayu, penguatan program moderasi beragama sangat penting di tengah dinamika dan tantangan kehidupan beragama saat ini.
BACA JUGA:
- Dirjen Bimas Katolik Puji Kerja Senyap Gereja dan Sekolah Katolik Atasi Covid-19
- Menantikan Gebrakan Baru Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI Yohanes Bayu Samodro MPd
- Duh, Ternyata Honor Penyuluh Agama Katolik Non PNS Nunggak 14 Miliar
“Saya mengajak para tokoh agama Katolik, melalui para uskup dalam KWI untuk bersama-sama memperhatikan para penyuluh dan pewarta umat Katolik agar senantiasa memberi perhatian pada moderasi hidup beragama,” terang Bayu Samodro di Jakarta pada Rabu, 8 September 2021.
“Dengan moderasi, sikap toleran dan upaya hidup bersama dalam kedamaian bisa diperagakan dengan cara terhormat dan bermartabat,” imbuhnya.
Bayu Samodro menilai, moderasi harus ditumbuhkembangkan sebagai komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan yang paripurna. Setiap warga masyarakat, apapun suku, etnis, budaya, agama, dan pilihan politiknya, saling meneguhkan serta saling belajar melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan demi kemajuan bersama.
“Saya juga mengajak masyarakat Katolik senantiasa berkomitmen mewujudkan moderasi beragama dengan menghindari sikap eksklusif. Mari sama-sama melaksanakan pesan yang terkandung dalam dokumen Abu Dhabi yang dideklarasikan secara bersama antara Paus Fransiskus dan Ahmad Al Tayyeb, Imam Besar Al-Azhar pada 4 Februari 2019,” tandasnya
* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan share pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!


Leave a Reply