Video siswi SD di Lampung viral usai diduga menjadi korban bullying. Korban dijambak dan dipukul, polisi kini menyelidiki pelaku.
LAMPUNG TIMUR, KalderaNews.com– Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi perundungan terhadap seorang siswi Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Lampung Timur, Lampung viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, korban diduga mengalami kekerasan fisik berupa rambut dijambak, didorong, hingga ditampar oleh sejumlah teman sekolahnya.
Berdasarkan video yang beredar, korban tampak dikelilingi beberapa pelajar lain. Selama insiden berlangsung, siswi tersebut hanya terdiam sambil sesekali merapikan rambutnya setelah ditarik oleh pelaku.
BACA JUGA:
- Diduga Kerap Jadi Korban Bullying, Siswa di Padang Nekat Bawa Bom Rakitan
- Viral Bullying Siswi SMP Negeri di Palembang, Ibu Korban Minta Keadilan
- Viral Video Bullying di Bali, Siswa Ditendang dan Dipukul 6 Temannya
Polisi benarkan adanya peristiwa perundungan
Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, Iptu Muhammad Iksir, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Hasil penelusuran polisi menunjukkan bahwa kejadian itu terjadi di salah satu sekolah yang berada di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.
Saat ini, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lampung Timur masih melakukan penyelidikan dengan mengidentifikasi para siswi yang diduga terlibat dalam aksi perundungan tersebut.
Kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengumpulkan keterangan dan memastikan kronologi kejadian.
Menurut Iksir, penyidik belum dapat memastikan penyebab maupun motif di balik aksi perundungan tersebut.
Hal itu karena proses pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang terlibat masih berlangsung. Polisi meminta masyarakat bersabar dan memastikan perkembangan penanganan kasus akan disampaikan setelah penyelidikan lebih lanjut selesai dilakukan.
Warganet kecam aksi perundungan tersebut
Kasus dugaan perundungan terhadap siswi SD di Lampung Timur turut memicu gelombang reaksi dari warganet. Kolom komentar media sosial dipenuhi ungkapan prihatin dan kecaman dari warganet.
Banyak yang berharap kasus tersebut segera ditindaklanjuti agar korban mendapat keadilan dan pendampingan.
Akun @mella_septaduipa03 menuliskan, “Astaghfirullah, masih kecil sudah berbuat sejahat ini. Semoga anakku selalu dalam lindungan Allah SWT, dijauhkan dari perbuatan zalim maupun menjadi pelaku kezaliman.”
Sementara itu, @salafaza_ meminta kasus tersebut tidak berhenti hanya karena sudah viral. “Setelah viral bagaimana? Tolong benar-benar ditindaklanjuti. Korban bullying, luka dan sakitnya sangat sulit sembuh,” tulisnya.
Komentar bernada menyemangati korban juga datang dari @padiljava06. Ia menulis, “Cara membalas mereka adalah mengejar impianmu sampai sukses. Buktikan, lalu lihat reaksi mereka.”
Berbeda dengan komentar lain, akun @mitahe.art mempertanyakan tindakan para pelaku. “Tingkahnya keterlaluan. Sebenarnya apa yang mau dibanggakan?” tulisnya.
Warganet lain, @indah_rini306, mengaku tersentuh karena pernah mengalami pengalaman serupa saat kecil. “Kalau melihat kasus bullying seperti ini, saya selalu ikut gemas. Dulu waktu kecil saya juga pernah mengalaminya. Sama seperti kebanyakan korban, saya hanya bisa diam karena di rumah tidak diajarkan membalas dengan kekerasan. Jadi setiap melihat kejadian seperti ini, rasanya hati kembali gelisah dan ingin membela korbannya,” ungkapnya.
Sementara itu, @radiuspn menyoroti pentingnya pendampingan bagi korban. “Ya Allah, anak ini perlu pendampingan dari keluarga, pemerintah, dan komunitas pemerhati anak karena dampak psikologisnya bisa sangat besar,” tulisnya.


Leave a Reply