
JAKARTA, KalderaNews.com- Video seorang anak yang disuruh orang tuanya membuang medali karena menang tanpa lawan dalam sebuah pertandingan bela diri tengah menjadi sorotan publik.
Kisah ini bermula ketika seorang anak memperoleh medali perunggu meskipun tidak memiliki lawan di kategorinya, namun orang tuanya meminta agar medali itu tidak disimpan.
Dalam penjelasannya, orang tua tersebut menegaskan bahwa terdapat perbedaan antara “pencapaian” dan “pemberian.”
BACA JUGA:
- Rangga, Bocah SD di Pelosok Gowa yang Hidup Bersama Kakek Viral, Jalan Kaki Berkilo-kilometer ke Sekolah Hanya Berbekal Ubi
- Viral Siswa Tulis Surat Protes Menu Lele di Program MBG, Respons Petugas Bikin Haru dan Tertawa
- Viral! PPI Tunisia Diduga Wajibkan Mahasiswa Baru Bawa Rokok dan Kosmetik
Walau sang anak tetap mendapatkan medali karena tidak ada peserta lain di kelompok usianya, mereka ingin menanamkan nilai kejujuran serta integritas sejak dini.
Ajarkan Sang Anak Tentang Simbol Kemenangan Sejati
Mereka menekankan bahwa medali sejati bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi bukti dari perjuangan dan kerja keras.
Nilai ini dianggap penting agar anak memahami bahwa kemenangan tanpa usaha bukanlah sesuatu yang pantas dibanggakan.
Adapun keterangan yang ditulis orang tua dalam unggahan tersebut berbunyi:
“Ada yang namanya pencapaian, namun medali yang kau dapatkan hanya karena tidak ada peserta lain, tak pantas kau simpan. Jadi ceritanya anak kami lupa jurus di tengah pertandingan, namun karena tidak ada peserta lain di jurus dengan kelompok usia tersebut maka anak kami tetap dapat perunggu. Namun anak kami diajarkan untuk tidak menerima kemenangan “pemberian”. Jadi semua medali yang boleh ia simpan hanya yang memang ia perjuangkan melalui proses panjang,” tulis orang tua tersebut dalam captionnya.
Warganet Geram dengan Sikap Orang Tua
Unggahan itu pun menimbulkan perdebatan di kalangan warganet. Sebagian menilai tindakan sang ayah terlalu keras, sementara lainnya menganggapnya sebagai pelajaran berharga tentang kejujuran.
Berikut beberapa komentar dari warganet:
“Satu2nya kesalahan bapaknya adalah MEMPOSTING video ini.” tulis @aristanovira
“Yg punya luka bapak, yg berdampak anaknya. Gini amat imam keluarga.” tulis @gera.lda
“Seperti gak menghargai aja sih, padahal ikut kompetisi, datang ke kompetisi juga memerlukan usaha dan semangat kan, soal menang tanpa saingan bukan salah si anak, saingan nya aja yg gak ada atau mungkin gak jadi ikut kompetisi,” tulis @nikmah_chayank
“Orang tua yang enggak bijaksana…. astaghfirullah tolong lah pak hargai juga jerih payah anak. Lomba enggak harus selalu menang.😢😢” tulis @sr.imulyani634
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply