Angin Segar bagi Pasar Modal, Dampak MSCI Longgarkan Aturan EPI

Morgan Stanley Capital International (MSCI)
Morgan Stanley Capital International (MSCI) (EduFulus/Ist)
Sharing for Empowerment

MSCI resmi melonggarkan filter saham berstatus Extreme Price Increase (EPI) per Agustus 2026. Cek kriteria terbarunya di sini!

The Path To Financial Freedom, EduFulus  – Kabar gembira datang untuk pelaku pasar modal global dan domestik. Morgan Stanley Capital International (MSCI) secara resmi mengonfirmasi langkah mereka untuk melonggarkan metodologi penyaringan bagi saham-saham yang mengalami lonjakan harga ekstrem atau Extreme Price Increase (EPI).

Kebijakan baru yang membawa angin segar ini diumumkan pada Jumat pagi (17/7/2026) waktu Indonesia.

Langkah pelonggaran ini merupakan tindak lanjut dari hasil konsultasi metodologi yang telah bergulir sejak 6 Juli 2026 dan dipastikan mulai berlaku efektif pada tinjauan indeks periode Agustus 2026.

SIMAK JUGA: MSCI Bekukan Saham Indonesia di Tinjauan Indeks Agustus 2026

Sebelum adanya pelonggaran ini, aturan MSCI terbilang sangat kaku. Semua saham yang terdeteksi mengalami kenaikan harga di luar kewajaran (EPI) akan otomatis langsung dicoret dari daftar inklusi indeks, terlepas dari seberapa besar nilai kapitalisasi pasar maupun tingkat likuiditasnya.

Karpet Merah untuk Saham EPI dengan Partisipasi Asing Tinggi

Fokus utama dari pelonggaran aturan ini terletak pada besaran Foreign Inclusion Factor (FIF) atau faktor inklusi bagi investor asing. MSCI kini memberikan pengecualian besar bagi saham-saham yang diminati oleh investor internasional.

“Saham yang masuk kategori EPI dengan Foreign Inclusion Factor sebesar 0,75 atau lebih akan dikecualikan dari penyaringan EPI. Dengan demikian, saham tersebut tetap memenuhi syarat untuk ditambahkan ke MSCI Global Standard Index, sepanjang memenuhi seluruh persyaratan lain yang berlaku untuk inklusi ke dalam indeks,” tulis MSCI dalam pengumuman resminya.

Artinya, jika suatu saham mengalami lonjakan harga yang sangat tajam namun kepemilikan saham publik yang tersedia untuk investor asing (FIF) berada di angka 0,75 atau lebih, saham tersebut tidak akan lagi dijegal oleh filter EPI.

Peluang mereka untuk menembus indeks prestisius MSCI Global Standard kini kembali terbuka lebar.

Filter Ketat Masih Berlaku untuk Saham dengan FIF Rendah

Di sisi lain, bagi saham-saham berstatus EPI yang memiliki porsi kepemilikan asing (FIF) di bawah 0,75, MSCI tetap mempertahankan benteng penyaringan yang ketat. Emiten dalam kategori ini akan diperlakukan dalam dua skema khusus:

1. Belum Masuk Konstituen MSCI IMI

Saham dengan FIF rendah yang belum tergabung dalam MSCI Investable Market Index (IMI) dipastikan tidak akan bisa naik kelas ke MSCI Global Standard Index. Saham tersebut hanya akan ditahan di dalam market investable universe untuk kembali ditinjau pada periode berikutnya.

2. Sudah Menjadi Konstituen MSCI Small Cap Index

Bagi saham lapis kedua (Small Cap) yang mengalami lonjakan harga ekstrem, nasibnya akan diukur menggunakan parameter kapitalisasi pasar sebesar 1,8 kali dari ambang batas segmen (Market Size-Segment Cutoff):

Kondisi Kapitalisasi Pasar (FIF < 0,75)Dampak & Status Saham
Kapitalisasi pasar penuh atau free-float di bawah 1,8 kali ambang batasAman. Tetap dipertahankan posisinya sebagai konstituen MSCI Small Cap Index.
Kapitalisasi pasar penuh atau free-float sama dengan atau lebih besar dari 1,8 kali ambang batasDicoret. Saham dikeluarkan dari MSCI Small Cap Index, gagal dipromosikan ke Standard Index, dan dikembalikan ke market investable universe.

Dampak bagi Kepastian Pasar

Pelonggaran aturan oleh MSCI ini dinilai sebagai langkah bijak untuk menjembatani dinamika pasar yang sering kali bergerak agresif.

Dengan melonggarkan aturan berbasis rasio investor asing (FIF 0,75), MSCI memberikan kepastian hukum yang lebih adil bagi emiten-emiten berkualitas tinggi yang memang mengalami apresiasi harga berkat volatilitas pasar yang sehat dan kuatnya minat modal asing.

SIMAK JUGA: Pasar Modal Indonesia Panas Dingin “Diacak-Acak” MSCI dan S&P Dow Jones

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*