Kembangkan Pola Pikir Entrepreneurship, Kampus Santa Ursula Bandung Siap Hadapi Tantangan Abad 21




Ilustrasi: Kampus Santa Ursula Bandung. (KalderaNews.com/Dok.Ursula Bandung)
Ilustrasi: Kampus Santa Ursula Bandung. (KalderaNews.com/Dok.Ursula Bandung)

BANDUNG, KalderaNews.com – Kampus Santa Ursula Bandung yang menaungi jenjang pendidikan TB-TK, SD, serta SMP mengembangkan “Entrepreneurship is Our Mindset”. Sejak dini, siswa diajak mengenal, menanamkan, dan membiasakan diri dengan siklus pembelajaran entrepreneur.

“Tagline ‘Entrepreneurship is Our Mindset’ sebenarnya menjadi salah satu alternatif pengenalan, penanaman nilai, dan pembiasaan mengenai siklus belajar entrepreneur. Hal ini didasari penerapaan siklus belajar entrepreneur yang sudah menjadi ciri khas atau identitas Kampus Santa Ursula Bandung mulai dari jenjang TB-TK, SD, serta SMP,” jelas Suster Magdalena Lian OSU, Ketua Yayasan Prasama Bhakti yang menaungi lembaga pendidikan ini.

BACA JUGA:

Pola pembelajaran ini muncul dari cita-cita untuk mengembangkan pola pikir seorang entrepreneur dalam dunia pendidikan, yang memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan yang akan dihadapi di dunia nyata.

Di Kampus Santa Ursula Bandung, pola pembelajaran ini digabungkan dengan nilai dan karakter sebagai Sekolah Serviam. Ada 6 nilai Serviam, yaitu cinta dan belas kasih, integritas, ketangguhan, persatuan, totalitas, dan pelayanan.

Sekolah Serviam merupakan sebutan untuk sekolah yang dikelola oleh para biarawati Katolik dari Order of Saint Ursula (OSU) atau Suster-suster Ursulin. Serviam sendiri berarti ‘saya mau mengabdi atau melayani’, yang menjadi semangat hidup para Suster Ursulin.

Output dari pola pembelajaran ini, kata Suster Magdalena Lian, dapat menjadi bekal bagi setiap pribadi siswa untuk menghadapi tantangan abad 21 dengan 4 kecakapan yang perlu dikembangkan (4C). Empat kompetensi yang harus dimiliki siswa di abad 21 adalah Critical Thinking and Problem Solving (berpikir kritis dan menyelesaikan masalah), Creativity (kreativitas), Communication Skills (kemampuan berkomunikasi), dan Collaboratively (kemampuan berkolaborasi).

Selain itu, lanjut Suster Magdalena Lian, setiap siswa yang memiliki pola pikir entrepreneur akan mempunyai perkembangan dalam 3 aspek, yaitu pengetahuan, keterampilan dan karakter.

Di sisi pengetahuan, siswa mampu berpikir lebih kritis, mendalam, selalu memiliki rasa ingin tahu serta menjadi pribadi yang reflektif.

Pada aspek keterampilan, siswa memiliki kecakapan abad 21 (4C).

“Dan yang terakhir, di sisi karakter, setiap pribadi siswa memiliki 6 nilai Serviam, yaitu cinta dan belas kasih, integritas, ketangguhan, persatuan, totalitas, dan pelayanan,” tegas Suster Magdalena Lian.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*