Kepala BRIN: WINNER 2021 Jadi Platform Akselerasi Kolaborasi Riset Indonesia-Belanda

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Laksana Tri Handoko di gelaran Week of Indonesia-Netherlands Education and Research (WINNER) 2021 dengan tema “Innovation for Sustainable Development Goals: Education and Research Collaboration Towards the Future”
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Laksana Tri Handoko di gelaran Week of Indonesia-Netherlands Education and Research (WINNER) 2021 dengan tema “Innovation for Sustainable Development Goals: Education and Research Collaboration Towards the Future” (KalderaNews/Fajar H)

JAKARTA, KalderaNews.com – BRIN aktif berpartisipasi dalam beberapa sesi Week of Indonesia-Netherlands Education and Research (WINNER) 2021 dengan tema “Innovation for Sustainable Development Goals: Education and Research Collaboration Towards the Future”.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Laksana Tri Handoko menegaskan WINNER 2021 menjadi platform untuk mengakselerasi luaran kolaborasi antara Indonesia dan Belanda sehingga dapat tercipta kerja sama yang lebih konkret khususnya dalam edukasi dan riset.

Pada sesi “How to Innovate Research Collaboration for the SDGs? Presenting BRIN” pada tanggal 26 Oktober 2021, narasumber utama Dr. Mego Pinandito, Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi dan Dr. Ir Dudi Hidayat., Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi yang berbicara mengenai BRIN sebagai organisasi riset utama sekaligus terbesar di Indonesia serta perannya dalam pemanfaatan inovasi.

BACA JUGA:

Turut hadir Edy Giri Rachman Putra, Ph.D., Plt. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai panelis bersama dengan counterpart Belanda yaitu Anita Hardon NWO dan Anka Mulder, Saxion University.

Pada hari kedua pada 27 Oktober 2021 pada stream 6 terdapat 3 sesi BRIN “Opportunities to Collaborate with BRIN”. Pada sesi 1 dengan tema “Marine and Fisheries Research (Vessel Research)” yang tidak hanya membahas riset dan inovasi kelautan dan perikanan, namun peran lebih lanjut dalam implementasi blue economy. Narasumber utama dalam sesi ini diantaranya Dr. Nugroho Hananto, Plt. Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN dan Prof. Willem Renema, Naturalis Biodivercity Center.

Selanjutnya pada sesi 2 dengan tema “Socio-Culture and Humaniora (Including Archeology)” membahas lebih lanjut mengenai penelitian marginal komunitas di Indonesia, masyarakat digital serta industri halal dan Syariah ekonomi. Sesi ini menghadirkan Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora BRIN dan Prof. Bart Barendregt.

Sesi terakhir dengan topik “Digital Technology (Including Applications, AI, Digital Archive)” menghadirkan narasumber utama Hendro Subagyo, Plt. Kepala Pusat Data dan Informasi BRIN, Dr. Mohammad Teduh Uliniansyah BRIN dan Laurents Sesink, Head of the Centre for Digital Scholarship (CDS), Perpustakaan Leiden University.

Sesi ini fokus membahas peran BRIN dalam melestarikan hasil transformasi fisik ke digital dan memanfaatkan potensi penggunaan AI untuk memperkaya metadata, deskripsi teks, dan proses digitalisasi lainnya.

Selain itu, dibahas juga bagaimana penelitian, inovasi, dan publikasi terkini di bidang pemrosesan bahasa alami Bahasa Indonesia dapat meningkatkan ekonomi dan jati diri bangsa.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*