Sandiaga Uno Nilai UAI Berhasil Bangun Instrumen Ekonomi Melalui Zakat




Gedung Universitas Al-Azhar Indonesia (KalderaNews/Dok. UAI)
Gedung Universitas Al-Azhar Indonesia (KalderaNews/Dok. UAI)

JAKARTA, KalderaNews.com – Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyebutkan bahwa kolaborasi Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Pelaku UMKM dinilai berhasil dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Kajian Ekonomi Bisnis Series 03 yang bertemakan “Zakat Sebagai Instrumen Pertumbuhan Ekonomi” pada Hari Minggu,  3 April 2022 di UAI .

Adapun poin besar yang ingin disampaikan oleh Sandiaga  Uno yakni, bahwa kolaborasi antar lembaga dapat membawa dampak positif bagi kebangkitan ekonomi nasional.

BACA JUGA:

Diketahui bahwa sejak bulan Maret 2020 lalu, sewaktu World Health Organization (WHO) mengumumkan pandemi Covid-19 mulai masuk dan menyebar di seluruh dunia termasuk Indonesia, kondisi ekonomi nasional mulai mengalami penurunan drastis.

Untuk itulah, saat ini penciptaan lapangan pekerjaan mulai ditingkatkan kembali untuk mendorong kebangkitan ekonomi nasional.

Dalam setiap kegiatan Kemenparekraf, Sandiaga kerap mendorong para pengusaha untuk berani memulai usahanya sendiri.

“Rajin berinovasi, menerapkan konsep amati, tiru, dan modifikasi (ATM) dipadukan dengan kolaborasi, serta memegang amanah kejujuran merupakan kunci keberhasilan dalam berbisnis,” jelas Sandiaga.

Menurut Sandiaga Uno, momen bulan suci Ramadan dan pelaksanaan G20 mendatang dianggap Kemenparekraf sebagai ajang pemasaran produk UMKM yang cukup potensial.

Sementara itu, hadir juga dalam kegiatan tersebut, Ketua Baznas Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Noor Achmad, M.A dan Rektor UAI, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. K.H. Noor Achmad, M.A memberikan apresiasi sebesar-besarnya pada kepedulian Kemenparekraf terhadap pentingnya zakat untuk mendorong ekonomi nasional.

Lantaran mengingat potensi zakat di Indonesia berdasarkan data yang disampaikan oleh Puskes Baznas mencapai Rp327 Triliun mencakup zakat penghasilan, jasa, peternakan, dan sektor lainnya kepada fakir miskin yang membutuhkan.

Hadir pula pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut, yakni pengusaha Totok Dwi, Local Champion Baznas Usaha Zchicken dan Sarmi, Local Champion Baznas Usaha Kerupuk Kulit.

Keduanya menceritakan pengalamannya sejak awal membuka usaha hingga saat ini memperoleh jutaan omset per bulannya dengan bantuan modal usaha yang diberikan oleh Baznas kepada para pelaku UMKM tengah dirasakan hasilnya.  

Sementara, Rektor UAI, Prof. Asep menyampaikan dalam sambutannya, bahwa pemberdayaan yang dilakukan oleh Baznas dan pemerintah mampu menjadi instrumen penggerak untuk percepatan pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia.

UAI sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang menghasilkan lulusan enterpreneur, memberikan dasar jiwa kepemimpinan islami untuk menjalankan usaha demi kemaslahatan umat dan masyarakat.

Rektor UAI mengharapkan dengan adanya keselarasan kolaborasi antara UAI, Baznas dan Pelaku UMKM ini, dapat menjadi pemicu awal yang baik dalam menjembatani pergerakan dan peningkatan ekonomi nasional.

*Jika artikel ini bermanfaat, silakan dishare kepada saudara, sahabat dan teman-teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*