
JAKARTA, KalderaNews.com – Komite Litbang Mafindo melakukan kajian terkait hoaks diantaranya adalah tipologi hoaks pemilu 2019, publikasi dan penjelasan pola hoaks 2022, dan rilis data hoaks triwulan 2023 (Januari-Maret 2023). Acara bertema “Mapping 2022, Tipologi Hoaks Pemilu dan Tri Wulan Hoaks 2023” dihelat di Jakarta, pada Rabu, 3 Mei 2023
Diketahui, Mafindo adalah komunitas yang bukan hanya fokus pada kegiatan cek fakta dan kegiatan literasi digital ke masyarakat, tetapi juga melakukan kajian dan penelitian terkait hoaks. Sejak 2018, Komite Litbang Mafindo melakukan kajian hoaks dan merilis data seputar hoaks yang terdiri dari hoaks general dan hoaks politik.
Hadir selaku narasumber yakni Tim Penelitian dan Pengembangan Mafindo, Nuril Hidayah (Pemetaan Hoaks 2022), Finsensius Yuli Purnama (Tipologi Hoaks Pemilu 2019) dan Linda Salma Angreany (Pemetaan Hoaks Triwulan 2023). Acara dihadiri Anita Wahid sebagai pemantik diskusi sekaligus penanggap.
BACA JUGA:
- Cara Ampuh Terhindar Berita Hoaks yang Makin Marak, Pelajar Wajib Tahu
- 5 Tips Cerdas Menghentikan Hoaks Virus Corona yang Beredar Lewat WhatsApp
- PKSN-KWI Ajak Masyarakat Lawan Hoaks, Berita Palsu dan Ujaran Kebencian
Acara secara online ini diikuti komunitas, organisasi, jurnalis, akademisi, dan institusi lainnya, sepetti anggota Koalisi Cek Fakta, Anggota Koalisi Pemilu Damai, Anggota Koalisi Moderasi Konten, Lembaga Penyelenggara Pemilu, IFES, USAID, UNESCO, UNICEF, Pusad Paramadina, dan Stakeholder lainnya.
Linda Angraeni memaparkan bahwa hasil survei yang dirilis oleh tim litbang Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) tercatat pada Trisemester pertama 2023 mengalami peningkatan dibandingkan trisemester pertama pada tahun sebelumnya (2022).
“Pada trimester pertama tahun 2023 jumlah temuan hoaks oleh Mafindo sebanyak 664. Ini dilakukan pemetaan dengan tren hoaks dari bulan ke bulan berdasarkan 9 domain yakni Tema, Tipe Mis/Disinformasi, Alat, Saluran, Tipe Narasi, Tindak Lanjut, Bukti Klaim, Latar dan Pihak Tiruan,” ujar Linda.
Menurutnya, angka tertinggi terjadi di bulan Januari dengan temuan sebanyak 257 hoaks. Ini menunjukkan bahwa hoak dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan signifikan.
“Kita ambil beberapa contoh dengan klasifikasi misinformasi dan disinformasi sepanjang Trisemester 1 2023 didominasi oleh konten yang menyesatkan dengan jumlah 237 unggahan atau sebesar 36%. Kemudian konten yang dimanipulasi dengan jumlah 178 unggahan atau 27 %,” tambah Linda.
Data ini sebagian besar unggahan didesain untuk mempengaruhi pembacanya dengan informasi yang menyesatkan atau termanipulasi.
Pembicara lainnya, Nuril Hidayah memaparkan tentang Pemetaan Hoaks 2022 yang menjadi cermin pada penyebaran hoak sebelumnya. Tercatat ada total temuan hoaks oleh Mafindo pada tahun 2022 sebanyak 1698 buah. Secara keseluruhan kita lihat tema politik mendominasi dengan jumlah 549 temuan (32,3%) sedangkan tema “kesehatan” sebanyak 242 hoaks (14,3%).
Pada akhir sesi, pembicara lainnya adalah Finsensius Yuli P mengulas topik Tipologi Hoaks Pemilu 2019. Hoaks pemilu dapat dipengaruhi oleh komposisi pasangan calon, posisi pemilu dalam kontestasi politik yang lebih luas.
Selain itu, dibahas juga polarisasi dua pendukung yang semakin mengeras, ketika dikaitkan dengan isu SARA. Ada pula potensi menguatnya wacana delegitimasi pemilu, kerentanan KPU dan penyelenggara pemilu.
“Dalam konteks politik ada banyak hal yang mewarnai tipologi hoak. Selain pendukung dan kandidat, KPU adalah aktor ketiga yang paling banyak disasar hoaks,” tandas Finsensius.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply