OMB UMN Ajak Mahasiswa Baru Berani Bersuara Terkait Isu Kekerasan Seksual

Mahasiswa baru mengikuti Orientasi Mahasiswa Baru di Universitas Multimedia Nusantara (OMB UMN) 2023
Mahasiswa baru mengikuti Orientasi Mahasiswa Baru di Universitas Multimedia Nusantara (OMB UMN) 2023 (KalderaNews/Dok. OMB UMN)
Sharing for Empowerment

TANGERANG, KalderaNews.com – Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bertekad menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai masalah seperti penyalahgunaan narkoba, perilaku bebas, intimidasi, dan kekerasan seksual.

OMB UMN 2023 mendorong partisipan untuk menjadi generasi yang memiliki integritas dan berani menyuarakan pendapat di tengah perubahan zaman digital.

Melalui seminar bertema “Tantangan Narkoba dan Perilaku Bebas di Era Digitalisasi”, OMB UMN 2023 berusaha membangun etika dan moral peserta agar mereka mampu mengendalikan tindakan mereka, terutama dalam era digital.

BACA JUGA:

Wakil Kepala Departemen Pembinaan dan Pendidikan Masyarakat dari Gerakan Nasional Anti Narkoba (GRANAT), Dr. Lula Kamal menyatakan,”Kehidupanmu berada dalam era digital maka jagalah etikamu. Jangan biarkan tindakanmu saat ini menjadi hal yang merugikanmu 30 tahun ke depan.”

Harapannya, melalui seminar ini peserta dapat menerapkan dan memahami nilai-nilai serta norma-norma yang telah ditanamkan selama OMB UMN 2023. Penanaman nilai ini bertujuan agar peserta tetap berada dalam lingkungan yang positif di tengah kompleksitas moralitas pada era digital.

Dampak Kekerasan Seksual

Selanjutnya melalui seminar bertopik “Dampak Stigma dan Diskriminasi terhadap Kasus Intimidasi dan Kekerasan Seksual”, Direktur Eksekutif Yayasan Pulih, Yosephine Dian Indraswari menjelaskan, “Kerusakan bukan hanya dialami oleh korban atau individu yang selamat, tetapi juga merugikan lembaga dan bahkan masyarakat serta negara, terutama di lingkungan kampus tempat calon pemimpin sedang dibentuk.”

Menurut riset PISA tahun 2018, Indonesia berada di peringkat ke-5 dari 78 negara dengan jumlah siswa yang mengalami intimidasi paling banyak. Selain itu, lembaga pendidikan di Indonesia juga menempati peringkat tiga tertinggi dalam kasus kekerasan seksual.

“Intimidasi di dunia pendidikan dan media sosial terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini adalah siklus yang perlu dihentikan. Kampus, sebagai lembaga pendidikan, harus bebas dari segala bentuk kekerasan,” tambah Yosephine Dian Indraswari.

Karena itu, OMB UMN 2023 mendorong peserta untuk berani berbicara demi mengurangi angka kekerasan seksual dan intimidasi. Dengan dukungan penuh dari kampus, peserta diberi kesempatan untuk melangkah lebih lanjut dalam melaporkan kasus, tanpa takut akan keselamatan dan privasi korban.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


1,405 views