UAD Gelar Pelatihan Gunakan Teknologi Pengolahan Limbah Batik yang Ramah Lingkungan

Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
Ilustrasi Universitas Ahmad Dahlan (KalderaNews.com/Ist)
Sharing for Empowerment

YOGYAKARTA, KalderaNews.com – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar penyuluhan dan pelatihan untuk gunakan teknologi pengolahan limbah batik ramah lingkungan.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk pengrajin batik sekitar Iroyudan, Bantul. Program tersebut merupakan kolaborasi tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UAD dan UMKM Erisa Batik.

Adapun tema yang diambil adalah“Penyuluhan dan Pelatihan Teknologi Ramah Lingkungan dalam Mengolah Limbah Batik untuk UMKM Erisa Batik”.

BACA JUGA:

Upayakan pelestarian lingkungan

Ketua Tim PkM, Shinta Amelia, mengatakan bahwa program penyuluhan dan pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan untuk mewujudkan gerakan pelestarian lingkungan perairan.

Kegiatan ini diharapkan bisa melestarikan sungai di sekitar Bantul. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini sebenarnya merupakan rangkaian kegiatan yang sudah dimulai sejak bulan Juni 2023.

“Kegiatan pelatihan diselenggarakan secara luring yang bertempat di CV Erisa Batik. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengolahan limbah batik di ikuti oleh pengrajin batik di daerah sekitar Iroyudan”, katanya.

Ketua pengrajin Erisa Batik, Ibu Eko Sumarni mengatakan senang sekali dapat berkolaborasi dengan tim PkM dari UAD.

“Kegiatan pengabdian ini bermanfaat sekali dalam memberikan pemahaman tentang pengolahan limbah batik dengan teknologi IoT serta alternatif pewarna alami pada batik. Selain itu, kami pun sedang mencari solusi untuk limbah batik yang kami hasilkan dari kegiatan produksi karena selama ini hanya dibuang begitu saja tanpa diolah terlebih dahulu”, katanya.

Narasumber pada kegiatan penyuluhan dan pelatihan adalah anggota tim PkM yang juga merupakan dosen UAD dari Program Studi Teknik Kimia dan Teknik Elektro.

Teknologi ramah lingkungan

Narasumber tersebut adalah Shinta Amelia, S.T., M.Eng. yang menyampaikan materi pengolahan limbah batik.

Sedangkan materi teknologi IoT untuk pengolahan limbah disampaikan oleh Liya Yusrina Sabila, S.T., M.T. Adapun materi pewarna alami batik disampaikan oleh Rachma Tia Evitasari, S.T., M.Eng.

Shinta memaparkan bahwa kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang digelar mendapat respon antusias dari peserta yang sangat tinggi.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian tersebut sangat bermanfaat untuk peserta yakni para pengrajin batik.

Menurut Shinta, program penyuluhan dan pelatihan ini dapat berkembang untuk pelatihan-pelatihan lainnya.

Kegiatan ini diharapkan menambah pengetahuan dan pemahaman para pengrajin batik untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Khususnya kelestarian pada sungai dan mulai beralih ke pewarna alami untuk meminimalisisr limbah yang dihasilkan.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*