
JAKARTA, KalderaNews.com – Diduga ada jaringan terorganisir dalam tindak kecurangan di proses UTBK SNBT 2025. Sudah mengarah ke tindak kejahatan!
Panitia SNPMB menilai bahwa kecurangan yang dilakukan peserta UTBK 2025, bukan sekadar karena peserta tersebut ingin lulus tes.
Ketua Panitia SNPMB 2025, Eduart Wolok menyatakan, diduga ada jaringan terorganisir dalam modus-modus kecurangan di UTBK SNBT 2025.
BACA JUGA:
- Temukan Kecurangan UTBK SNBT 2025? Segera Laporkan ke Sini!
- Banyak Modus Kecurangan UTBK 2025 Terjadi, Pelaku Bisa Didiskualifikasi Dari Semua Jalur Masuk PTN
- UTBK SNBT 2025 Diwarnai Skandal Teknologi Tinggi: Kamera di Behel Gigi hingga Jaringan Kecurangan Lintas Pulau
Ada kepentingan lain di balik kecurangan UTBK
Katanya, di balik tindak kecurangan yang dilakukan peserta UTBK 2025, ada kepentingan lain.
“Ini sudah seperti apa ya, modus-modus yang canggih dan memanfaatkan teknologi seperti ini. Kami melihatnya ini ada kepentingan lain, karena sudah sampai mencuri soal dan sebagainya,” kata Eduart.
Eduart pun menyatakan bahwa panitia SNPMB sudah melakukan investigasi atas berbagai kecurangan yang terjadi di beberapa daerah.
“Kami masih terus menganalisa. Kami masih menimbang-nimbang apakah perlu melibatkan pihak berwajib atau tidak. Karena ini bukan bicara soal kecurangan biasa. Sudah mengarah pada tindak kejahatan,” ujarnya.
Semua yang terlibat bakal kena sanksi!
Sebelumnya, Eduart membeberkan aneka kecurangan dalam pelaksanaan UTBK, yang memanfaatkan perangkat dan teknologi canggih, seperti remote desktop, kamera tersembunyi di behel gigi, sampai alat komunikasi yang diselipkan di sepatu dan kuku.
“Modusnya beragam. Ada yang menggunakan hardware, software, sampai kamera tersembunyi. Bahkan ada kamera yang dipasang di ikat pinggang, kancing baju, serta behel gigi,” kata Eduart.
Katanya, sejak hari pertama UTBK pada 23 April 2025, panitia sudah mencatat 9 kasus kecurangan. Sehari berikutnya, jumlah kecurangan bertambah 5 kasus.
“Kami tentu mengecam cara-cara seperti ini dan akan mengambil tindakan tegas,” ujarnya.
Mereka yang ketahuan berbuat curang, tegas Eduart, bakal langsung didiskualifikasi dari seluruh proses seleksi nasional.
Tidak hanya peserta, pihak internal atau panitia yang terbukti terlibat pun bakal dikenai sanksi tegas.
Soal UTBK bocor?
Sementara, Eduart menjelaskan bahwa tidak ada kebocoran soal UTBK 2025, seperti yang beredar di media sosial.
Dia menjelaskan, soal-soal UTBK dibuat dalam lebih dari 23 set berbeda dan tidak diunggah ke internet.
Bila ada unggahan soal yang tersebar di media sosial, katanya, mungkin merupakan hasil jepretan dari dalam ruang ujian serta tidak berlaku untuk sesi lain.
“Tidak ada satu pun soal yang sama antara sesi dan hari yang berbeda. Kalau pun ada soal yang serupa, itu adalah anchor untuk penyesuaian standar antarsesi,” papar Eduart.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply