
Gelombang demo serentak guncang Kalimantan! Mahasiswa segel jembatan hingga tolak elite politik demi suarakan jeritan rakyat.
SAMARINDA, KalderaNews.com – Ribuan massa dari berbagai elemen mahasiswa di Samarinda, Banjarmasin, hingga Pontianak turun ke jalan dalam aksi serentak bertajuk “Indonesia Darurat”.
Mereka menyuarakan raport merah kebijakan pemerintah, mulai dari sengkarut program Makan Bergizi Gratis (MBG), lonjakan harga BBM, hingga bayang-bayang utang negara yang kian mencekik.
BACA JUGA:
- Gelombang Demo Mahasiswa Kepung DPR dan Istana Hari Ini!
- Isi Tuntutan 11+9 Mahasiswa yang Gelar Demo Hari Ini di Bundaran HI
- Nyinyiri Demo Mahasiswa, Inilah Sosok Kontroversial Ika Damayanti Fatma Negara
Jembatan Mahakam lumpuh, mahasiswa tuntut evaluasi MBG
Di Samarinda, Kalimantan Timur, aksi massa sempat melumpuhkan urat nadi transportasi di kawasan simpang Jembatan Mahakam hingga malam hari.
Mahasiswa menuntut evaluasi total program MBG yang dinilai karut-marut di lapangan.
“Kami menilai program Makan Bergizi Gratis sampai hari ini masih banyak kekurangan. Masih ada anak-anak yang menerima makanan tidak layak,” tegas Humas Aksi, Maulana Faiq Maftuh.
Selain MBG, massa di Samarinda juga mendesak penurunan harga bahan pokok, penghentian militerisme di ruang sipil, serta pembubaran Koperasi Merah Putih yang dinilai memonopoli komoditas.
Aksi blokade jalan sempat memicu ketegangan sebelum akhirnya dimediasi oleh Satlantas Polresta Samarinda.
Banjarmasin: “Utang Negara Kaya Gunung, Rakyat Menjerit!”
Pemandangan tak kalah panas terlihat di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.
Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kalsel membentangkan spanduk bernada satir: “Utang Negara Kaya Gunung” dan “Rakyat Menjerit Negara Diam”.
Ketua Badan HMI Kalsel, Abdi Aswadi, menyatakan ada delapan tuntutan krusial yang dibawa, di antaranya:
- Pemberantasan Mafia BBM: Mendesak Polda Kalsel menyikat mafia minyak yang memanipulasi sistem barcode.
- Audit MBG: Menuntut transparansi anggaran MBG agar tidak menjadi bancakan korupsi dan tepat sasaran di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) sesuai Inpres No. 1/2025.
- Tolak Revisi UU Polri: Menolak draf revisi yang dinilai mengancam supremasi sipil dan memberi ruang aparat menduduki jabatan strategis.
Pontianak: soroti beban guru, desak transparansi BGN
Suhu politik juga memanas di Tugu Digulis, Pontianak. Aliansi BEM se-Kalimantan Barat membongkar sisi lain program MBG yang justru membebani tenaga pendidik.
Waktu mengajar guru kini tersita demi mengurus teknis dapur dan distribusi makanan di sekolah.
Tak hanya itu, mahasiswa mencium aroma busuk potensi KKN. Mereka mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Kalbar membuka data pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) demi memastikan tidak ada titipan proyek dari pejabat, anggota dewan, atau elite partai politik.
Ketegangan sempat memuncak saat mahasiswa menolak kehadiran anggota DPRD Kalbar dari Fraksi PAN, Zulfydar Zaidar Mochtar, dan menyita ban yang hendak dibakar massa.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply