
YOGYAKARTA, KalderaNews.com – Suasana di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memanas! Setelah sebelumnya disibukkan dengan polemik dugaan ijazah palsu, kini Rektor UGM, Ova Emilia, diguncang mosi tidak percaya secara terbuka dari Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UGM.
Tuntutan mahasiswa jelas dan menggelegar: UGM harus menunjukkan keberpihakan tegas kepada rakyat dan menyatakan mosi tidak percaya kepada rezim Prabowo-Gibran!
Sikap radikal ini disampaikan Ketua BEM KM UGM, Tiyo Ardianto, dalam pernyataan resmi yang beredar pada Sabtu, 25 Mei 2025.
BACA JUGA:
- Seminggu Berkemah di Balairung, Rektor UGM Akhirnya Temui Aliansi Mahasiswa, Ada 9 Tuntutan yang Digaungkan
- Aliansi Mahasiswa UGM Berkemah di Depan Rektorat, Tuntut Hal Ini ke Kampus
- Waduh! Rektor, Warek, Dekan, Hingga Dosen UGM Digugat Terkait Dengan Ijazah Jokowi, Kok Bisa?
“Kami hanya ingin mengembalikan marwah UGM sebagai kampus kerakyatan, yang artinya harus berpihak semata-mata demi kepentingan rakyat dan bukan kepentingan penguasa,” kata Tiyo.
UGM Dituding ‘Besarkan’ Kekuasaan Jokowi, Kini Loyo Hadapi Rezim Baru?
Dalam pernyataan tajamnya, BEM KM UGM menilai kampus kerakyatan ini telah turut berperan dalam membesarkan kekuasaan mantan presiden, Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Tiyo, Jokowi merupakan “pembunuh demokrasi” dan kekuasaan hari ini, meskipun dipimpin Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, tetap merupakan kelanjutan dari kehendak politik Jokowi.
“UGM mestinya turut bertanggung jawab dengan menegaskan keberpihakannya,” ucap Tiyo.
Ini adalah respons keras atas sikap kampus yang dinilai tidak tegas menyikapi dinamika politik nasional.
BEM UGM menuntut agar rektor mereka menyatakan mosi tidak percaya kepada lembaga negara, menilai penyelenggaraan diskusi akademik saja tidak cukup.
“Diskusi yang diselenggarakan kampus hanya menjadi panggung simbolik, sementara ketidakadilan dan penindasan masih terjadi di mana-mana,” kata Tiyo menyindir kegiatan diskusi kampus yang mengeritik realitas politik namun dianggap tidak substansial.
Mosi Tidak Percaya Tak Akan Dicabut Sampai Rektor Bersikap!
Tiyo menegaskan, mahasiswa tidak akan mencabut sikap mosi tidak percaya mereka kepada Rektor Ova Emilia selama kampus tidak menyatakan sikap politik yang jelas terhadap rezim hari ini.
“BEM KM UGM menyatakan mosi tidak percaya kepada Rektor UGM Ova Emilia. Mosi ini tidak akan kami cabut dan kami akan tetap tidak percaya sampai Rektor UGM menyatakan Mosi Tidak Percaya ke Rezim Prabowo-Gibran atau yang setara dengannya sebagai penegasan keberpihakan kepada rakyat,” tutur Tiyo.
Sikap BEM KM UGM ini menjadi tantangan besar bagi kepemimpinan Ova Emilia dan mengembalikan sorotan pada peran intelektual dan moral kampus di tengah gejolak politik nasional.
Apakah UGM akan memilih untuk bersuara lantang demi “marwah kerakyatan” atau tetap dalam posisi “netral” yang dianggap mahasiswa sebagai bentuk pembiaran? Pertarungan ideologi dan keberpihakan di kampus biru ini tampaknya baru saja dimulai.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply