
JAKARTA, KalderaNews.com – Yayasan Tarakanita pada hari Sabtu, 24 Mei 2025 mengadakan perayaan ekaristi pemberkatan pemasangan rafter atap gedung SMA Tarakanita 2 Jakarta yang dipimpin oleh Romo Marius Lami, CP.
Pemasangan rafter atap gedung “Munggah Molo” (Jawa) suatu proses penting dalam pembangunan gedung, terutama dalam tradisi masyarakat terutama di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
“Munggah Molo” sebenarnya sudah tidak asing lagi dalam kehidupan masyarakat, suatu kearifan lokal bermakna, bernilai menjunjung tinggi adat dan tradisi. Tradisi memiliki nilai – nilai luhur yang masih sesuai dengan kehidupan sekarang, makna yang tetap dipertahankan dari generasi ke generasi.
BACA JUGA:
- Semarak HUT Ke-49 SMA Tarakanita 2, Donor Darah Hingga Ekspresi Seni
- Kembangkan Pembelajaran Menarik dan Menyenangkan, SMA Tarakanita 2 Jakarta Ajak Para Guru Belajar Pemanfaatan Teknologi AI dalam Pembelajaran
- Tim Robotik SMA Tarakanita 2 Jakarta Sabet Gold Winner Greenmech Tingkat Nasional
“Munggah Molo” harus dilalui dalam proses pembangunan, sebagai rasa syukur dan permohonan untuk kelancaran, keselamatan kepada Tuhan, demikian kata pengantar dari Kepala Sekolah SMA Tarakanita 2 Jakarta, Fransiskus Asisi Suyono, S.FK sebelum perayaan ekaristi.
Pembangunan gedung sekolah salah satu upaya dalam menyediakan fasilitas dan untuk kelancaran proses pendidikan bagi para siswa demi kemuliaan Tuhan dan pengabdian kepada sesama dengan tulus dan ikhlas.
dalam khotbah perayaan ekaristi kali ini Romo Marius mengawali dengan pesan yang mendalam, “Yesus ahli dari segala ahli tukang bangunan”. Yesus merupakan sumber segala sumber kepandaian yang dimiliki oleh setiap manusia, patutlah kita bersyukur kepada Nya.
Pembangunan gedung yang baik dan kokoh sempurna bermanfaat serta membawa berkah bagi sesama, terutama anak-anak yang dipercayakan kepada sekolah SMA Tarakanita 2.
Sebuah bangunan kosong yang harus diisi oleh para guru untuk menjadikan siswa yang memiliki kepribadian yang beriman, cerdas berintegritas, berbelarasa.
“Guru merupakan tukang bangunan yang benar-benar ahlinya bagi para siswa,” tegas Romo Marius.
Hal penting lain yang disampaikan dalam perayaan ekaristi, yakni bangunan dalam makna suatu gedung yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh komunitas SMA Tarakanita 2 Jakarta. Bangunan akan bermakna bagi seluruh siswa yang akan dibentuk dalam seluruh aspek kepribadian oleh para guru dan karyawan selama proses pendidikan.

Ketua Yayasan Tarakanita Sr. Brigitta CB dalam sambutannya berharap pembangunan gedung dapat membantu mempersiapkan para siswa dalam proses pembelajaran untuk masa depan mereka.
Bukan hanya sekadar bangunan saja, akan tetapi bagaimana para guru dan karyawan terlibat langsung dalam pembentukan kepribadian siswa, sebagaimana disampaikan dalam kotbah romo dalam perayaan ekaristi.
Lebih lanjut pembangunan merupakan sarana untuk seluruh karyawan di Blok Pluit untuk bersinergi bersama, berkolaborasi sebagai satu kesatuan mengembangkan Tarakanita, Blok Pluit.
“Berkembang dan terus maju membangun para siswa. Selamat untuk SMA Tarakanita 2 Jakarta,” tegas Sr. Brigitta CB.
Setelah prosesi perayaan ekaristi dilanjutkan dengan pemberkatan perlengkapan syarat (“Ubo rampe”) “Munggah Molo” dan pemberkatan rangka atap di gedung baru SMA Tarakanita 2 Jakarta.
Pemberkatan yang dihadiri perwakilan dari kantor yayasan pusat, seluruh guru karyawan SMA Tarakanita 2, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah TK, SD, SMP Tarakanita blok pluit, kontraktor, Ketua RT RW Pluit terlaksana dengan lancar dan kidmat. (Penulis: Winarto)
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply