BANDUNG, KalderaNews.com – Sejumlah peserta tes terstandar SPMB Jabar 2025 jalur prestasi mengeluhkan soal yang dianggap tidak memiliki jawaban benar.
Keluhan ini terutama diungkap pada peserta di sesi 3 tanggal 3 Juli dan sesi 1 tanggal 4 Juli 2025.
Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto menyatakan, semua soal yang diujikan telah disusun melalui proses validasi ketat.
“Semua soal telah melalui proses analisis kurikulum, perumusan indikator soal, serta kalibrasi berdasarkan tingkat kesukaran, daya beda, dan analisis pengecoh. Tak ada soal tanpa jawaban benar,” kata Purwanto.
BACA JUGA:
- SPMB Jakarta 2025 Tahap Akhir Mulai 7 Juli 2025, Ini Jalur yang Dibuka!
- Mau Sekolah Gratis? Pendaftaran SPMB SMA/SMK Jateng 2025 Tahap 2 Dibuka 7 Juli 2025
- Resmi! MPLS Tahun Ajaran 2025/2026 Berlangsung Selama 5 Hari, Mulai 14 Juli 2025
Ada soal pengecoh
Kata Purwanto, kemunculan opsi jawaban terlihat mirip atau seolah benar adalah bagian strategi soal yang dikenal dengan istilah pengecoh atau distractor.
Tujuannya adalah untuk mengukur ketelitian dan konsentrasi peserta.
“Soal semacam ini bertujuan mengukur daya konsentrasi siswa. Faktanya, di sesi 3 maupun sesi lainnya, ada banyak peserta yang mampu menjawab soal tersebut dengan benar,” paparnya.
Dia menambahkan, pengecoh disusun sesuai kaidah penulisan soal, yang tampak seperti jawaban benar, sehingga peserta yang kurang cermat bisa terkecoh.
“Pengecoh dirancang agar menyerupai jawaban benar. Jika tidak cermat, mereka bisa terkecoh dan memilih jawaban yang salah,” imbuh Purwanto.
Tes terstandar bakal terus dievaluasi untuk menjamin mutu pendidikan dan akuntabilitas penyelenggaraan seleksi.
Nah, bagi siswa yang berhalangan mengikuti ujian pada 3 dan 4 Juli 2025, Disdik Jabar sudah menjadwalkan tes susulan pada Senin, 7 Juli 2025.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply