
JAKARTA, KalderaNews.com – Demonstrasi yang berlangsung pada 29 Agustus 2025 seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi mereka, tetapi aksi anarkis dan penjarahan yang terjadi telah mencederai makna dari unjuk rasa itu sendiri.
Di tengah gelombang protes yang menuntut reformasi dan keadilan, insiden penjarahan dan vandalisme justru mengalihkan fokus dari tuntutan utama dan merusak citra perjuangan massa.
Sejumlah media sosial menayangkan para penjarah dispenser, kursi, desktop hingga pompa air. Sejumlah demonstran pun meneriaki pelaku dengan kata-kata penjarahan, maling hingga cair-cair.
BACA JUGA:
- Apa itu ACAB dan 1312? Istilah yang Sedang Tren di Media Sosial karena Demo DPR
- Inilah Identitas Lengkap Korban Tewas di Gedung DPRD Makassar yang Dibakar Massa Pendemo
- Inilah Dampak Nyata Demo 29 Agustus 2025
Di sekitar Kantor DPRD Kota Makassar pada Sabtu (30/8) pagi, sejumlah warga juga menjaryah dengan mengambil barang-barang yang masih bernilai, mulai dari onderdil mobil hangus, perangkat elektronik, hingga mesin pendingin.
Aksi Anarkis dan Penjarahan di Tengah Demo
Aksi penjarahan dilaporkan terjadi di beberapa titik strategis, terutama di area yang berdekatan dengan lokasi demonstrasi.
Di Jakarta, ada bangunan yang diduga toko menjadi sasaran penjarahan oleh oknum yang memanfaatkan situasi chaos.
Laporan serupa juga muncul, di mana massa yang sudah tidak terkontrol dan menjarah barang-barang.

Aksi ini tidak hanya menyebabkan kerugian material yang signifikan bagi pemilik, tetapi juga menciptakan ketakutan di kalangan warga sipil.
Beberapa video yang beredar di media sosial menunjukkan sejumlah oknum menjarah barang-barang elektronik, sementara yang lain terlibat dalam perusakan fasilitas umum.
Merusak Citra dan Merugikan Perjuangan
Tindakan anarkis seperti penjarahan ini sangat merugikan perjuangan utama para demonstran. Aksi penjarahan seringkali disusupi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang bertujuan untuk memperkeruh suasana dan merusak reputasi gerakan massa.
Insiden ini berpotensi memberikan alasan bagi aparat keamanan untuk bertindak represif, dan bagi sebagian publik, hal ini justru mengaburkan esensi dari demo yang seharusnya berjalan damai dan tertib.
Meskipun mayoritas peserta demo memiliki niat tulus untuk menyampaikan aspirasi, segelintir oknum yang melakukan penjarahan telah mencoreng perjuangan ribuan orang.
Masyarakat dan para pemimpin aksi diharapkan dapat bersama-sama mengisolasi oknum-oknum provokator agar aspirasi rakyat dapat tersampaikan dengan damai, tanpa harus dikotori oleh tindakan anarkis yang merugikan semua pihak.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply