Fenomena Bediding Melanda, Suhu Sentuh 4 Derajat Celsius, Begini Penjelasan BMKG!

Cuaca dingin di malam hari saat musim kemarau
Cuaca dingin di malam hari saat musim kemarau (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Sejumlah wilayah di Indonesia dilaporkan tengah mengalami fenomena bediding atau penurunan suhu yang cukup ekstrem. Begini penjelasan BMKG!

BMKG menerangkan, bediding merupakan istilah lokal yang digunakan untuk menggambarkan kondisi udara yang sangat dingin, terutama terasa pada malam hingga pagi hari.

Kondisi ini umumnya terjadi selama puncak musim kemarau, biasanya di periode Juli – Agustus.

BACA JUGA:

Menurut BMKG, fenomena ini dipicu angin timuran dari Australia yang bersifat kering serta dingin, langit cerah tanpa awan, serta kelembapan udara yang rendah atau kering.

Hal ini membuat radiasi panas dari permukaan Bumi cepat hilang pada malam hari, sehingga memicu pendinginan yang cukup ekstrem di permukaan Bumi.

Kondisi ini terutama terasa di wilayah selatan Indonesia, termasuk Jawa sampai Nusa Tenggara.

Bromo dan Dieng paling dingin

Berdasarkan data pengamatan suhu minimum dari AWS BMKG, selama sepekan terakhir, suhu terendah yang terukur mencapai 4,3 derajat Celsius terjadi di wilayah Bromo, Jawa Timur, pada 15 Agustus 2025 pukul 05.30 WIB.

Selain itu, suhu terendah juga terukur di sekitar wilayah Dieng, Jawa Tengah, sebesar 5,8 derajat Celsius pada 15 Agustus 2025 pukul 06.20 WIB.

Secara umum di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur memang sedang mengalami tren penurunan suhu, terutama pada malam hari sampai jelang pagi.

Adapun potensi terjadinya fenomena bediding ini diperkirakan berlangsung hingga awal September 2025 di wilayah selatan Indonesia, yaitu pulau Jawa hingga Nusa Tenggara, terutama di sekitar wilayah dataran tinggi.

Suhu dingin melanda sejumlah wilayah

Di beberapa wilayah lain, fenomena suhu dingin juga terasa cukup signifikan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menyatakan, di Pegunungan Dieng, Jawa Tengah, suhu bisa turun sampai 10 – 12 derajat Celsius, dan kerap disertai kemunculan embun es.

Sementara itu, di Bandung dan Lembang, Jawa Barat, suhu malam tercatat berada di kisaran 14 – 17 derajat Celsius.

“Kondisi serupa juga terjadi di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana udara pagi terasa sangat dingin, terutama di daerah dataran tinggi,” papar Guswanto.

Pun di wilayah Sulawesi Selatan, hawa dingin terasa pada pagi hari, terutama di kawasan pegunungan.

Adapun di Jakarta dan Surabaya, suhu malam tercatat 22 – 24 derajat Celsius, meski pada siang hari tetap terasa panas.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*