PURWOKERTO, KalderaNews.com – Guru Besar Unsoed terbukti melakukan tindak kekerasan seksual terhapad mahasiswi. Tapi kok hanya dinonaktifkan 2 semester?
Hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unsoed yang dilakukan sejak April lalu.
“Kesimpulan satgas memang ada pelanggaran terkait kekerasan seksual,” tegas Ketua Satgas PPKS Unsoed, Dr.Tri Wuryaningsih, Msi.
BACA JUGA:
- Kepala Cabang Bank yang Tewas Dibunuh Penculik, Ternyata Alumni Unsoed Purwokerto
- Ternyata Belum Tuntas! Mahasiswa Unsoed Gelar Aksi Tuntut Guru Besar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Diproses Hukum
- Ada Dugaan Skandal Manipulasi Data Penelitian di Unsoed, Publik Menanti Sikap Tegas
Triwur, sapaannya, tidak menyebutkan secara spesifik jenis kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum guru besar tersebut.
Tetapi, ia mengingatkan, dalam Peraturan Rektor Unsoed, terdapat 25 jenis kekerasan seksual yang diatur secara rinci.
Sanksi bagi guru besar
Triwur menyatakan, tim pemeriksa yang dibentuk rektor dan Satgas PPKS telah menyerahkan hasil pemeriksaan itu ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
“Dalam konteks terlapor sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) maka yang akan memberikan sanksi adalah Kemendiktisaintek,” papar Triwur.
Selain itu, kata Triwur, guru besar tersebut juga melanggar kode etik, sehingga yang bersangkutan dinonaktifkan dari seluruh kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi selama dua semester.
“Saya sudah bertemu Pak Rektor, dan menegaskan bahwa tidak hanya kekerasan seksual yang dilanggar, tapi kode etik, sehingga Pak Rektor memberikan sanksi membebastugaskan tri dharma selama dua semester,” imbuh Triwur.
Mahasiswa Unsoed demo
Sementara, ratusan mahasiswa Unsoed Purwokerto berunjuk rasa terkait dugaan kekerasan seksual oleh guru besar terhadap mahasiswi, Senin sore, 8 September 2025.
Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unsoed ini melakukan orasi sambil membawa sejumlah spanduk berisi protes di depan gedung Rektorat Unsoed.
Mereka meminta agar rektor menemui mahasiswa dan memberikan penjelasan terkait rekomendasi serta sanksi yang diberikan kepada guru besar terduga pelaku kekerasan seksual.
Tetapi, Rektor Unsoed sedang tidak berada di tempat, sehingga massa memaksa masuk. Mereka kemudian memasang sejumlah spanduk di area gedung rektorat.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply