
SITUBONDO, KalderaNews.com – Kabar duka, bangunan Asrama Putri Pondok Pesantren Salafiah Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jailani di Situbondo, Jawa Timur ambruk!
Peristiwa tragis yang terjadi pada Rabu, 29 Oktober 2025 ini merenggut satu korban jiwa dan menyebabkan belasan santriwati luka-luka.
Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Darmawan, membenarkan bahwa total 12 santriwati menjadi
korban dalam musibah tersebut.
“Satu santriwati meninggal dunia dan sudah dikebumikan tadi jam 8 pagi,” ujar Rezi.
BACA JUGA:
- Tragedi Pondok Pesantren Al-Khoziny Terkini 14 Meninggal, 49 Santri Masih Dicari di Reruntuhan
- Tagar Boikot Trans7 Hebohkan Dunia Maya, Tayangan Xpose Dianggap Hina Pondok Pesantren
Korban jiwa dan kondisi korban luka
Korban meninggal dunia diidentifikasi bernama Putri (12), yang merupakan warga Dusun Rawan, Desa Besuki.
Sementara itu, 11 santriwati lainnya mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan. Rinciannya:
- Enam orang dirawat di Puskesmas Besuki.
- Empat orang dirawat di RSUD Besuki.
- Satu orang dirawat di RSIA Jatimned.
“Korban yang selamat sekarang dirawat intensif di beberapa tempat, empat di RSUD Besuki, dan satu di RSIA Jatimned,” tambah Kapolres.
Penyebab ambruk masih misteri
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih belum dapat memastikan secara pasti penyebab ambruknya asrama yang berlokasi di Jalan Pesanggrahan, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki tersebut.
Meskipun Tim Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah diterjunkan, penyelidikan masih terus berjalan.
“Hasil penyelidikan kami masih belum tahu penyebabnya, apakah faktor cuaca atau faktor yang lain. Kami juga akan koordinasi dengan pihak kementerian (Kementerian Agama),” jelas AKBP Rezi Darmawan.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply