Sumpah Pemuda di SMA Tarakanita 1 Jakarta: Mengantisipasi Kekerasan, Bangun Perdamaian

Sumpah Pemuda di SMA Tarakanita 1 Jakarta
Seminar Sumpah Pemuda di SMA Tarakanita 1 Jakarta (KalderaNews/Dok. Tarakanita)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Momen peringatan Sumpah Pemuda di SMA Tarakanita 1 Jakarta ditandai dengan Seminar Sumpah Pemuda.

Bertempat di auditorium Sekolah Tarakanita Pulo Raya pada tanggal 28 Oktober 2025, seminar ini ditujukan untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan perdamaian di kalangan siswa-siswi SMA Tarakanita 1.

Dengan mengambil tema “Peran Pelajar sebagai Agen Perdamaian dalam Rangka Memperingati Sumpah Pemuda 2025” seminar ini menghadirkan narasumber yang kecil, imut, namun besar dalam kualitas penyampaiannya, Andini Putri Arijanto, S.Hub.Int.

BACA JUGA:

Topik yang disampaikan mengarah ke topik kebangsaan, terorisme, dan perdamaian yang akhir-akhir ini didengungkan dan menjadi fokus utama kinerja Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Terorisme (BNPT.

Seminar dibuka dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan “Bangun Pemudi Pemuda” untuk memupuk semangat jiwa siswa siswi SMA Tarakanita 1. Kepala SMA Tarakanita 1, Ibu Kristina Winarti, M.Pd memberikan sapaan hangatnya yang mengajak para siswa dan guru untuk bertumbuh optimal, bahagia, dan baik yang selaras dengan nilai Cc5+.

Kata sambutan pembukaan oleh Bu Win, diperkuat dengan salam kebangaan yaitu Salam Tarakanita oleh semua peserta didik dan guru yang terlibat dalam seminar tersebut.

Seminar kali ini terdiri atas tiga bagian, yaitu Radikalisme di kalangan remaja, BNPT sebagai lembaga yang mengatasi radikalisme dan makna Sumpah Pemuda.

Andin, demikian nama panggilan Andini Putri Arijanto, S.Hub.Int ini mengawali seminarnya dengan penayangan film “Adolescence” yang menceritakan tentang anak laki-laki berusia 13 tahun bernama Jamie yang membunuh teman sekolah yang merundunginya melalui Instagram.

Diperkuat dengan contoh kasus bullying terjadi di Indonesia antara lain School Binus Serpong, dan juga beberapa daerah di Indonesia antara lain Anggana Kutai Kartanegara, Blitar, Jawa Barat, Bandar Lampung, dan juga kasus yang dialami dokter Aulia Risma yang bunuh diri di kamar kosnya, Andin mengatakan bahwa 41% remaja usia 15 tahun paling sering jadi korban bully di Indonesia.

Ditegaskan bahwa bullying merupakan awal tumbuhnya radikalisme yang merupakan penyebab terorisme. “Jika dibiarkan, bullying akan menimbulkan intoleransi yang menumbuhkan radikalisme. Jika semakin parah, radikalisme akan menumbuhkan ekstremisme yang mengarah pada kekerasa dan terorisme,” demikian tegas Andin.

Hal menarik dari seminar ini adalah ketika setiap perwakilan kelas menuliskan game online yang sering dimainkan dan mempresentasikannya di depan audience. Beberapa dari mereka menuliskan Candy Crush Saga, Roblox, PUBG Mobile, Call of Duty Mobile, Mobile Legends, Free Fire, dan lain-lain.

Mereka sangat asyik memainkan game onlinenya sampai berjam-jam, mabar hingga lupa waktu, bahkan sampai pagi. “Saya dulu menghabiskan waktu saya untuk bermain Roblox sampai pagi, sekarang sudah tidak memainkannya karena banyak tugas” demikian Nari, siswa kelas 12 mengatakannya.

Sekali lagi Andin mengatakan bahwa lewat game online kita bisa disisipi dengan paham radikalisme. “Terdapat penelitian, bahwa beberapa game online sudah disusupi paham radikal, bahkan menawarkan poin atau hadiah apabila dapat membunuh sekelompok musuh dengan ciri dari negara/ras/etnis/agama/gender tertentu,” demikian tandas Andin.

Pada bagian kedua, Andin yang bekerja sebagai humas di BNPT menjelaskan tugas dan fungsi BNPT untuk menanggulangi terorisme yang terjadi di Indonesia.

Tugas BNPT berkaitan dengan perumusan kebijakan penanggulangan terorisme, kerja sama antar penegak hukum, perlindungan korban, dan kerja sama internasional.

Fungsi BNPT adalah menyusun dan menetapkan kebijakan penanggulangan terorisme, koordinasi penanggulangan terorisme, melaksanakan kesiapsiagaan nasional kontra radikalisasi dan deradikalisasi, dan menjadi pusat analisis dan pengendalian krisis untuk kebijakan selanjutnya.

Andin menambahkan bahwa BNPT siap hadir dan menjaga Indonesia. Hal tersebut terbukti dengan program pembentukan Sekolah Damai sejak tahun 2024.

Sekolah Damai didukung olah pilar dan aktor diantaranya Kebijakan Sekolah, Kurikulum, Proses Pembelajaran, dan Kegiatan Ekstrakurikuler Kesiswaan yang dikuatkan juga oleh peran Kepala Sekolah, Guru, Organisasi Kesiswaan, Komite Sekolah, keluarga, masyarakat, dan Duta Damai BNPT.

Pada bagian ketiga, Andin yang merupakan alumni SMA Tarakanita 1 tahun 2015 mengaitkan semangat kebangsaan dan perdamaian dengan makna Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda diartikan sebagi Unity in Diversity. Andin mengingatkan kembali adanya Kongres Pemuda I yang melahirkan adanya Sumpah Pemuda, dan Kongres Pemuda II yang mendorong kemerdekaan Indonesia.

Pada peringatan Sumpah Pemuda ini, Andin menegaskan bahwa momen Sumpah Pemuda ini tepat untuk kembali mengingatkan para pemuda untuk mengedepankan persatuan. Hal tersebut dikemukakan dengan alasan tujuan utama teroris itu adalah menolak persatuan, memecah belah bangsa, dan mengganti ideologi Pancasila.

Andin mengajak para pemuda untuk menolak radikalisme, semangat toleransi, menumbuhkan rasa cinta tanah air, dan menjaga identitas bangsa.

Dalam bagian terakhirnya, Andin memberikan tips untuk peserta didik SMA Tarakanita 1 untuk menumbuhkan rasa persatuan, antara lain menumbuhkan perdamaian di lingkungan sekolah, cinta tanah air, mengembangkan diri, dan berpikir kritis di era digital.

SMA Tarakanita 1 siap menjaga Indonesia untuk mewujudkan persatuan dan perdamaian Indonesia. Iringan band Maristella seolah menggambarkan jiwa dan semangat persatuan di kalangan siswa dan nantinya terwujud untuk Indonesia melalui lagu “Ilir-Ilir” dan “Indonesia Pusaka” yang menandai gaungnya semangat Sumpah Pemuda. Viva SMA Tarakanita 1. (Penulis: Alexa Virginia dan Christine Melkior Tri Harsanti)

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*