
JAKARTA,KalderaNews.com- Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan momen saat Fadel Nazriel (FN), siswa SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang diduga menjadi pelaku peledakan bom di sekolahnya.
Dalam rekaman yang beredar, ia diantar oleh sang ayah menggunakan sepeda motor pada Jumat (7/11). Dalam rekaman tersebut, FN tampak membawa dua tas ransel besar.
Satu berwarna merah yang disandang di punggung dan satu lagi berwarna biru yang diletakkan di depan tubuhnya.
BACA JUGA:
- Motif Balas Dendam? Terduga Pelaku Peledakan di SMAN 72 Jakarta Utara Korban Bullying!
- Ledakan Misterius Guncang SMAN 72 Saat Salat Jumat, Tim Gegana Brimob Langsung Turun Tangan!
- Duh, 54 Orang Jadi Korban Luka, Ledakan di SMAN 72 Jakarta Masih Misterius!
Video CCTV tersebut pertama kali beredar di media sosial TikTok pada Sabtu (8/11), dan langsung menarik perhatian publik.
Diduga pelaku diantar sang ayah sebelum melancarkan aksinya
Dalam unggahan viral itu, akun @leylemager menulis, “Pelaku peledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, terekam CCTV saat diantar ayahnya ke sekolah. Dimana ia terlihat membawa dua tas sebelum melancarkan aksinya.”
Media nasional TvOne juga menayangkan rekaman serupa di akun YouTube resminya dengan judul, “Sosok terduga pelaku ledakan SMAN 72 terekam CCTV saat diantar ayahnya.”
Tayangan ini semakin memperkuat dugaan bahwa pelaku sempat dibawa ke sekolah oleh ayahnya sesaat sebelum ledakan terjadi.
Selain itu, warganet menemukan bahwa FN memiliki akun TikTok bernama @doomedhases, yang kini telah dinonaktifkan. Berdasarkan keterangan beberapa pengguna, akun tersebut berisi unggahan seputar permainan bertema peperangan dan konten ekstrem.
Salah satu pengguna, @DARAHTINGGI, menulis, “Akun pelaku ledakan masjid SMAN 72 Jakarta. Suka me repost hal-hal yang berbau Islamphob dan ekstreme sayap kanan.”
Sementara itu, Polda Metro Jaya telah melakukan penggeledahan di rumah FN yang berlokasi di Jalan Mahoni 1, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, pada Jumat malam (7/11).
Dari hasil penggeledahan tersebut, polisi menemukan empat kantong barang bukti yang disebut memiliki kesamaan dengan benda-benda yang ditemukan di lokasi kejadian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa temuan tersebut memperkuat proses penyelidikan.
“Setelah melakukan pendataan dan pengelolaan barang bukti dan dilanjutkan dengan penggeledahan, ternyata ada persesuaian dari beberapa alat barbuk tersebut,” ujar Budi di Mapolda Metro Jaya, Sabtu malam (8/11/2025).
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply