L
Tak hanya itu, pria bernama lengkap Khoirul Anam tersebut juga mencatatkan prestasi nasional dengan meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai satpam dengan karya ilmiah terbanyak.
Kisah Anam menarik perhatian publik karena di tengah kesibukannya bekerja sebagai satpam di BRI Kantor Cabang Tanjung Priok, Jakarta Utara, ia tetap konsisten menempuh pendidikan tinggi dan aktif menulis karya ilmiah.
BACA JUGA:
- Profil Pendidikan Edy Setyanto, Kapolres Sleman yang Dicopot Dari Jabatannya Imbas Penanganan Kasus Suami Bela Istri Dari Jambret
- 7 Fakta Terbaru Kezia Syifa, WNI yang Jadi Tentara AS, Ternyata Pernah Bersekolah di Amerika Serikat!
- Jejak Gelap Pendidikan Jeffrey Epstein, Guru Matematika yang Tak Pernah Lulus Kuliah!
Perjalanan pendidikan Anam dimulai ketika ia menempuh studi S1 Manajemen di Universitas Pamulang melalui jalur kelas karyawan pada 2019.
Ia menyelesaikan pendidikan tersebut pada 2023 dan langsung melanjutkan ke jenjang S2 Manajemen di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma.
Tidak hanya berhenti di situ, Anam juga mengambil pendidikan S1 kedua di STIT Bustanul Ulum Lampung Tengah dengan jurusan Pendidikan Agama Islam.
Ketertarikannya terhadap dunia akademik justru muncul setelah ia bekerja sebagai satpam sejak 2018. Interaksi dan diskusi dengan rekan kerja mendorongnya untuk mulai memikirkan masa depan secara lebih serius.
Dalam proses menempuh pendidikan tinggi, Anam harus membagi waktu secara ketat antara kuliah dan pekerjaan.
Ia mengikuti perkuliahan kelas karyawan dengan jadwal yang padat, sementara sistem kerja sebagai satpam mengharuskannya menjalani shift.
Selain menempuh pendidikan formal, Anam juga aktif dalam dunia kepenulisan akademik. Hingga kini, ia telah menerbitkan 13 karya ilmiah di jurnal nasional maupun internasional, serta menulis sejumlah buku.
Prestasi tersebut mengantarkannya meraih rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai anggota satuan pengamanan dengan jumlah karya ilmiah terbanyak.
Meski memiliki pencapaian akademik yang menonjol, Anam mengaku tetap mensyukuri pekerjaannya saat ini sambil terus berupaya meraih cita-cita menjadi pengajar.
Anam berharap perjalanan hidupnya dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang agar tidak berhenti menuntut ilmu, apa pun latar belakang pekerjaannya.
Perjalanan akademiknya menjadi bukti bahwa keterbatasan profesi tidak menghalangi seseorang untuk terus berprestasi dan menuntut ilmu.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply