JAKARTA, KalderaNews,com – Pemerintah resmi merilis aturan main baru terkait kegiatan belajar mengajar selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Cek di sini!
Melalui Surat Edaran Bersama (SEB) yang diteken tiga kementerian, Kemendikdasmen, Kemenag, dan Kemendagri, wajah pendidikan selama bulan puasa akan berubah.
Tak ada lagi tumpukan tugas yang bikin stres, dengan konsep pembelajaran yang lebih “adem” dan bermakna.
BACA JUGA:
- Link Download Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H Versi Muhammadiyah, Cek Kotamu!
- Kapan Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Pemerintah? Ini Prediksinya!
- Bukan Cuma Belajar di Kelas, Ramadan 2026 Wajib Jadi Ajang Perkuat Karakter dan “Detoks” Gawai bagi Siswa
Jadwal belajar selama Ramadan & Lebaran 2026
Berdasarkan dokumen resmi tersebut, berikut adalah rincian jadwal yang wajib dicatat oleh para siswa dan tenaga pendidik:
- 18 – 21 Februari 2026: Belajar mandiri (home-based), dengan fokus pada ibadah dan interaksi sosial. Tugas harus sederhana dan minim gadget.
- 23 Februari – 14 Maret 2026: Pembelajaran di sekolah, yang mengombinasikan akademik dengan penguatan iman, takwa, kepemimpinan, dan sosial.
- 16 – 27 Maret 2026: Libur Lebaran (Idulfitri) yang merupakan momen penuh untuk silaturahmi bersama keluarga besar.
- 30 Maret 2026: Pembelajaran kembali normal, seluruh kegiatan sekolah beroperasi seperti sedia kala.
No Gadget, No Stress!
Salah satu poin paling menarik dalam SEB ini adalah instruksi khusus untuk periode awal Ramadan (18-21 Februari).
Sekolah dilarang memberikan tugas berat. Sebaliknya, siswa diminta belajar langsung dari lingkungan masyarakat dan tempat ibadah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan, langkah ini diambil untuk membentuk karakter siswa secara nyata.
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dengan bermakna tanpa terbebani. Ramadan adalah momentum memperkuat iman dan kepedulian sosial melalui pengaturan yang adaptif dan humanis,” ujar Menteri Mu’ti.
Fokus pada karakter, bukan sekadar angka
Selama periode sekolah aktif (akhir Februari hingga pertengahan Maret), sekolah didorong untuk tidak hanya mengejar materi di buku cetak.
Kegiatan seperti pesantren kilat, bakti sosial, dan latihan kepemimpinan akan menjadi menu utama untuk mengasah akhlak mulia para generasi muda.
Setelah puas berlebaran selama hampir dua minggu, para siswa dipastikan akan kembali ke bangku sekolah dengan semangat baru pada akhir Maret mendatang.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply